Bisa Dipercaya

Usai Dihipnotis, Kalung Emas 2 Suku Raib

Jpeg

Palembang – Sial yang dialami seorang mahasiswi yakni, Oktias Febriana (22) warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Dua Saudara, Kecamatan Sebarang Ulu (SU) II Palembang. Pasalnya, ia harus menjadi korban hipnotis yang dilakukan oleh pria tak dikenalnya.

Atas kejadian tersebut, membuat korban mengalami kehilangan kalung emas dua suku dan uang Rp 700 ribu yang dibawa kabur oleh pelaku. Dari situlah korban akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (23/6) sekitar pukul 10:00 WIB, untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Dihadapan petugas piket, Ana menuturkan kejadian tersebut bermula pada Selasa, (21/6) sekitar pukul 16:00 WIB. Dimana, saat itu dirinya sedang berada di pusat perbelanjaan Ramayana Mall, yang terletak di Jalan Radial, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang.

Lalu, datanglah seorang pria yang mengaku warga negara Malaysia yang ingin mengembalikan batu peninggalan zaman kerajaan Sriwijaya. Lantas pelaku mengajak korban melihat batu itu, namun meminta ditempat yang sepi, maka dari itulah korban dan pelaku pergi ke KFC yang berada dilantai dasar Ramayana Mall.

“Saya sudah mengatakan kalau tidak tahu, dan coba saja tanya dengan satpam disana. Tapi, dia bilang sudah bertanya, serta satpam mengatakan ada didalam. Setelah itu, dia mengajak melihat batunya, lalu pergilah kami ke KFC yang di Ramayana itulah,” ujar korban Ana saat dihadapan petugas.

Lanjutnya, sesampainya di KFC, pelaku memperlihatkan batu peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebut. Batu itu, sebesar batu cincin berwarna merah. Lalu, pelaku pun menawarkan kepada korban untuk mengobati dirinya. Karena didalam tubuh Ana, terdapat banyak makhluk ghaib.

“Dia bilang kalau harus percaya dengannya, dan ia meminta uang, saya kasihkan dompetnya, pelaku mengambil uang Rp 700 ribu dan bertanya lagi saya membawa apa, saya bilang bawa motor, tapi tidak diambilnya, dia meminta kalung yang saya gunakan, saya mengatakan tidak bisa dilepas, tapi pelaku melepaskannya sendiri,” katanya.

Masih dikatakan Ana, pelaku meminta dibelikan telur ayam sebanyak sembilan butir. Lantaran, masih dipengaruhi hipnotis korban pun menuruti kemauan pelaku, dan langsung mencari telur tersebut. Namun, saat kembali ke KFC, pelaku sudah tidak berada lagi ditempat.

“Saya duduk lagi menunggu pelaku disana, namun sekitar lima belas menit kemudian, ada orang yang di sana menyadarkan saya. Saya pun kaget, dari situlah saya baru sadar kalau sudah menjadi korban hipnotis. Saya berharap, agar pelaku cepat ditangkap,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan kalau pihaknya sudah menerima laporan dari korban untuk segera ditindak lanjuti. “Laporan korban sudah kita terima, dan akan kita lakukan penyelidikan di lapangan. Doakan saja, pelaku cepat ditangkap,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)