PUBM Sumsel Targetkan H-7 Lebaran Jalan Mulus Untuk Mudik

IMG-20160624-WA0005

Palembang – Kepala Dinas PU Bina Marga Sumatera Selatan Syamsul Bahri mengungkapkan, 30 persen jalan di Sumsel saat ini dalam kondisi rusak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Syamsul mengatakan untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak, Dinas PUBM mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 200 milyar untuk perbaikan jalan yang rusak tersebut.

“Kita sudah anggarakan untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak. Sekarang sudah mulai dalam tahap pengerjaan,” katanya, Jum’at (23/6)

Menjelang lebaran yang tinggal dua minggu lagi, pengerjaan perbaikan pada jalan-jalan yang rusak di titik beratkan pada sebelas ruas jalan rusak yang merupakan jalan provinsi di wilayah Sumsel. Pengerjaaan perbaikan jalan-jalan rusak ini pun  terus dikebut. Syamsul Bahri mengklaim perbaikan di sebelas ruas jalan yang teridentifikasi mengalami kerusakan berat sejak minggu ke dua bulan Juni 2015 sudah mulai dikerjakan.

Sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangi dengan kontraktor,  pihaknya telah menginstruksikan untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Syamsul mengatakan, perbaikan sebelas ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah menjadi prioritas karena merupakan jalur yang banyak dilalui oleh pemudik.

“Jadi saat ini prioritas kita untuk sebelas ruas jalan ini dulu, karena merupakan persiapan untuk jalur mudik,” katanya

Ke sebelas ruas jalan yang diprioritaskan tersebut yakni ruas Tanjung Raja-Simpang Tambang, Rambang – Batas OKU dan ruas Sekayu-Simpang Belimbing. Menurut Syamsul, perbaikan jalan akan terus dilakukan hingga jalan dalam kondisi mulus untuk mudik lebaran. Diharapkan pada H-7 Lebaran seluruh pengerjaan jalan sudah rampung agar tidak mengganggu kenyamanan pemudik.

“Saat ini kita prioritaskan untuk angkutan lebaran. Setelah itu baru kita fokus pada peningkatan kualitas jalan. Harapan kita H-7 tidak ada lagi pekerjaan hingga H+7 kecuali bila dalam kondisi mendesak, misalnya ada longsor,” jelas Syamsul.

Selain itu juga untuk mengantisipasi jalan rusak dan longsor pihaknya pun  standbykan alat berat. Mengenai jumlah alatnya melihat kondisi kemacetan. Alat-alat berat yang disiagakan antara vibro, grader, eksavator, loader di lokasi ruas jalan yang rusak berat dan longsoran ditambah dengan  posko-posko siaga dan petugas piket di UPTD PU Bina Marga Sumsel. (korankito.com/ria)