Kasus Yudi, BNNP Sumsel Tunggu Hasil Tes

IMG-20160622-WA0001

Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan tes assesment terhadap Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang, Yudi Farola Bram bersama lima rekanya. Namun, BNNP belum bisa memberikan hasil tes assesment yang dilakukan Tim Assesment Terpadu (TAT) itu karena masih menunggu hasil pemeriksaan barang bukti yang dilakukan di laboratorium forensik (labfor).

“Hasilnya belum bisa kita umumkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan BB yang ditemukan di TKP. Kalau sudah keluar nanti hasil pemeriksaannya dari labor, akan segera diumumkan,” jelas Kepala BNNP Sumsel, Brigjen (Pol) Iswandi Hari saat ditemui di kantor BNNP Sumsel, Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring Palembang, Kamis (23/6) sore.

Dijelaskan Iswandi, kalau nantinya barang bukti yang ditemukan di TKP merupakan narkoba, Yudi akan menjalani proses rehabilitasi dan proses persidangan tetap akan dilanjutkan. “Namun, kalau bukan narkoba, dia hanya akan menjalani masa rehabilitasi saja. Kita akan tentukan, makanya akan kita tunggu hasil pemeriksaan barang bukti itu,” jelasnya.

Diungkapkannya, dari asesment nanti akan terbukti, sudah berapa lama mereka mengkonsumsi narkoba. Apakah hanya sekedar pengguna yang sudah berhenti atau termasuk kategori pencandu yang juga sebagai pengedar. Tentunya hasil ini masih menunggu tim assesmen terpadu yang akan dikumpulkan.

“Untuk mengumpulkan itu, tim assesment butuh waktu, jadi kita tunggu saja. Pastinya selama menjalani assement, enam orang ini berada di sini (kantor BNNP Sumsel). Kita butuh waktu mengumpulkan, mungkin 1×24 jam sudah ada hasilnya,” ujar Iswandi.

Lanjutnya, ada dua faktor ditentukannya hukuman bagi seorang pengguna yakni, rehab dan rehab pidana lantaran berkas perkaranya tetap berlanjut dipersidangan.  “Kalau hanya pemakai, tidak ada barang bukti, bisa dikenakan rehab saja. Tapi, kalau memakai dan ada barang bukti berkasnya tetap jalan. Jadi sekarang tergantung hasil assesmen, karena dari polisi masih mengumpulkan bukti lainnya,” ujarnya.

Masih dikatakan Iswandi, status Yudi saat ini masih tetap tersangka, dan selama proses tes assesment akan tinggal di kantor BNNP Sumsel. “Kalau tempat rehab, kita sudah menunjuk rumah sakit Ernaldi Bahar. Dia masih tetap sebagai tersangka,” tutupnya.

Sejak Rabu (22/6) siang, Yudi beserta lima rekannya sudah dipindahkan dari Mapolda Sumsel ke BNNP Sumsel untuk menjalani tes assesment. Dengan wajah tersenyum ramah, menggunakan baju biru muda dan topi putih, dirinya memasuki ruangan pemeriksaan.

“Saya belum bisa memberikan pernyataan, karena semua ini masih dalam proses hukum. Jika nantinya, sudah selesai akan saya berikan pernyataan resmi mengenai pengunduran diri saya sebagai anggota serta pengurus partai PAN,” ujar Yudi.

Disinggung, mengenai hasil positif yang ditetapkan oleh petugas penyidik. Yudi mengatakan proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian dan harus dijalani sesuai prosedur yang ada.

“Sekarang ini masalah salah atau benar, polisi yang menentukan. Walaupun ada unsur politis atau apa, silakan masyarakat yang menilai. Tapi karena pihak berwajib telah menetapkan saya telah positif, saya akan bertanggung jawab,” katanya.

Menanggapi adanya kader partai politik yang kembali terjerat kasus narkoba, pengamat  politik Universitas Sriwijaya DR Andreas Leonardo mengatakan, kasus narkoba yang melibatkan politisi partai politik yang dipertanyakan adalah akuntabilitas politik dan akuntabilitas moral kader tersebut. ”Akuntabilitas politik itu terkait dengan hilangnya reputasi dan kepercayaan publik terhaddp tugas-tugasnya dalam menjalankan fungsi parpol seperti agregasi kepentingan dan penampungan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Andreas mengatakan, untuk akuntabilitas moral artinya hilangnya fungsi kepemimpinan pada diri kader tersebut akibat tindakannya. “itu menunjukkan hilangnya panutan dan rusaknya citra partai,” ujar Andreas. Dengan adanya kasus hukum yang menjerat kader partai ini merupakan contoh buruk meskipun yang melakukan hanya satu orang oknum. “Jika ada kader parpol yang ada terkena kasus korupsi atau narkoba maka integritasnya dipertanyakan,” katanya.

Sebelumnya, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh pihak Ditres Narkoba Polda Sumsel, Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang Yudi Farola Bram beserta lima rekannya yang dinyatakan positif menggunakan narkoba, diserahkan pihak kepolisian ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel.

Dir Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah saat di konfirmasi perihal kelanjutan kasus tersebut mengatakan, jika saat ini Yudi beserta kelima rekannya yang lain kini tengah dilakukan pemeriksaan yang  dilakukan dokter yang ditunjuk langsung oleh pihak kepolisian.

Dari penyerahan tersebut, David menjelaskan jika para pelaku tengah dilakukan pemeriksaan apakah ada yang bisa dirujuk atau tidak. Jika para pelaku hanya sebagai pengguna maka akan dinyatakan rehabilitasi. “Akan kita periksa dulu di BNN apakah bisa di rujuk sebagai pasiem rehab atau tidak. Sebab yang melakukan pemeriksaan selain dokter, ada juga dari pihak kepolisian,” ujar David, Rabu (22/6).

Namun, ditambahkan David, jika Yudi  terbukti terlibat sebagai penyuplai maka tak dipungkiri Yudi bisa kita nyatakan sebagai tersangka. “Kalau ada indikasi terlibat dalam peredaran, Yudi bisa saja kita lanjutkan kasus pidananya dan akan dikenakan pasal 112 dan 127  KUHP, dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” pungkasnya. (korankito.com/denny/kardo)