27 Juni Mulai Libur Sekolah

IMG_20160623_115146_AO_HDR

Palembang – Libur tingkat SMP, SMA/SMK dimulai dari 27 juni 2016 hingga 16 juli 2016. Lukman Haris selaku Kabid SMP/SM Disdikpora kota Palembang menjelaskan jika libur untuk tingkat SMP, SMA/SMK jatuh pada tanggal 27 juni hingga 18 juli 2016 setelah pembagian rapert disetiap sekolah paling lambat Sabtu (25/06).

“Untuk libur tingkat SMP, SMA/SMK terhitung mulai tanggal 27 Juni 2016 hingga tanggal 16 Juli 2016 dan untuk pembagian raport paling lambat tiap sekolah harus membagikan pada tanggal 25 Juni 2016,” jelas Lukman.

Sekarang, untuk libur semester ini bisa saja tidak berlaku dibeberapa sekolah, seperti sekolah non muslim bisa membuat kebijakan sendiri dan yang pasti libur semester 2 minggu dan hari raya 1  minggu yang telah ditetapkan oleh kementerian.

“Untuk libur sekolah non muslim itu kebijakan sekolahnya masing-masing. Yang pasti aturan dari kementerian libur semester selama 2 minggu dan libur hari raya selama 1 minggu,” ungkapnya.

Lanjutnya, tanggal 18 juli 2016 semuanya harus masuk kembali belajar seperti biasa. Hari pertama, kedua dan ketiga bagi siswa yang baru kelas 7 atau 11 harus mengikuti kegiatan yang dulu namanya MOS sekarang PLS. Nantinya pada tanggal 18 juli 2016 pembukaan PLS akan dibuka secara serentak yang dipusatkan disalah satu sekolah dan akan dibuka langsung oleh walikota Palembang.

“PLS ini deberikan waktu selama tiga hari, pada tanggal 18 juli kita rencanakan pembukaan PLS secara serentak yang dibuka disalah satu sekolah yang akan dibuka langsung oleh walikota Palembang,” terang dia.

Sehubungan dengan PLS ini, harapnya kepada semua sekolah supaya melakukan PLS ini sesuai dengan Permendikbud nomor 18 tahun 2016. Jangan ada pelaksanaan PLS yang tidak sesuai, seperti misalnya melakukan kegiatan yang mengganggu fisik dan psikologis anak-anak hingga cidera.  Nanti sebelum masuk tahun ajaran baru akan disosialisasikan kepada kepala sekolah agar dapat menyampaikan kepada guru-guru dan pihak terkait lainnya untuk penyelenggaraan PLS tersebut. Hal ini agar mereka melakukan kegiatan sesuai dengan jukdis dari kementerian.

“Nantinya kita akan sosialisasikan kepada setiap kepala sekolah SMP, SMA/SMK se-kota Palembang untuk membahas jukdis kementerian mengenai pelaksanaan PLS. Jangan ada kegiatan PLS yang melukai atau menciderai siswa baik dari segi fisik maupun psikologisnya,” pungkasnya. (korankito.com/eja)