Bisa Dipercaya

Jadi Kurir Narkoba Untuk Modal Lebaran

20160622_140140-1

Palembang – Lantaran tak mempunyai biaya untuk membeli kebutuhan lebaran, seorang pria yang bertugas sebagai penjaga malam yakni Erpin alias Ipin (42), nekat melakoni pekerjaan sebagai kurir narkoba jenis inex.

Dihadapan petugas, tersangka yang tercatat sebagai warga Perumnas Kelurahan Talang kelapa Kecamatan Alang-alang lebar ini mengaku jika dirinya mendapatkan 200 butir inex dari salah seorang rekannya berinisial A yang ia kenal di wilayah Kampung Baru.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 65

“Saya dapat inex nya dari A pak, karena tidak punya uang buat kebutuhan lebaran nanti. Sebab gaji dari saya jaga malam tidak cukup pak,” ungkap bapak tiga anak ini saat gelar tersangka, Rabu (22/6).

Informasi yang dihimpun, tersangka Ipin ditangkap pada hari Jumat (17/6) lalu sekitar pukul 15.00 WIB, di perempatan Jalan Taman Kenten, Kelurahan Duku, Kecamatan IT II. Saat tersangka sedang berdiri di tempat kejadian perkara (TKP), kemudian langsuing diamankan dan dilakukan penggeledehan terhadap badan dan pakaian tersangka.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka sempat menjatuhkan bungkusan plastik warna hitam yang diduga barang bukti dengan menggunakan tangan kanannya ke arah sebelah kanan tersangka. Lalu, bungkusan plastik hitam tersebut diambil oleh tersangka, kemudian dibuka dihadapan tersangka dan polisi.

Ternyata benar, di dalamnya terdapat empat bungkus plastik klip bening yang masing-masing berisi 50 butir ekstasi warna cokelat logo bintang, dengan jumlah seluruhnya 200 butir senilai Rp 50 juta, yang diakui tersangka didapat dari Amin (DPO) di KM 12.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung menerjunkan untuk melakukan penyelidikan.

“Tersangka akan kita kenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkasnya. (korankito.com/kardo)