Himbara Buka Puasa Bersama 1500 Anak Yatim

IMG-20160621-WA0000

Palembang – Himpunan Bank Bank Milik Negara (Himbara) menggelar buka puasa bersama dengan 1500 anak yatim piatu di Hotel Aryaduta Palembang. Buka puasa ini  dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel Ir H Ishak Mekki, MM, Kepala OJK Palembang Lukdir Gultom, perwakilan Bank Indonesia Sumsel M.Seto Pranoto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A.Arianto.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan. pemberian santunan kepada 1.500 anak yatim. Total santunan yang diberikan  sebesar Rp. 600 juta dalam bentuk uang dan peralatan sekolah.

Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman A. Arianto mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Himbara kepada lingkungan. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Himbara kepada generasi masa depan bangsa sekaligus apresiasi kami yang dalam kepada masyarakat Sumsel yang telah mendukung dan memberikan kepercayaan kepada bank bank BUMN. Semoga aktivitas sosial ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Palembang,” ujar Sulaiman.

Himbara yang terdiri dari bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Tabungan Negara (BTN) yang melakukan kegiatan serupa selai di Palembang juga di Mataram dan Jakarta. Di Palembang anak anak yatim berasal dari 29 badan binaan ,yayasan dan panti asuha  dengan anak anak berumur antara 7-14 tahun.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel Ir H Ishak Mekki mengatakan, rasa sukur dapat bersilaturrahim sekaligus beribadah dengan anak yatim. Himbara yg telah melakukan kegiatan sosial bersama anak-anak panti di kota Palembang. Dalam bulan Ramadhan yang memasuki hari ke 15, semoga tetap melakukan ibadah dan kegiatan sosial yang semakin baik dan berkwalitas.

“Untuk anak-anakku yang dapat bantuan untuk mempergunakan bantuan dengan baik sehingga bisa melakukan kegiatan yang nantinya dapat berguna bagi bangsa dan negara,” harapnya.

Sudah menjadi tugas kita semua untuk menyantuni anak anak yatim yang ada di Sumsel. Dukungan dari semua pihak kepada masyarakat yang kurang mampu, masyarakat menjadi tidak mampu dikarenakan ekonomi yang menurun sehingga daya beli masyarakat menjadi lemah. (korankito.com/ria)