DKK Keluhkan Warga Tidak Pengertian

IMG_20160620_111403_AO_HDR

Palembang – Dinas Kebersihan Kota (DKK) mengeluhkan perilaku warga yang tidak pernah mematuhi jadwal pembuangan sampah. Jadwal pembuangan sampah yang sudah diberikan  dan ditempel oleh DKK di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) selalu dirobek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga jadwal pembuangan sampah di kota Palembang terkesan tidak teratur.

Agung Nugroho Kepala DKK menjelaskan jika kurang dari 3 hari jadwal pembuangan sampah yang ditempelkan oleh pihaknya disekitaran TPS seluruh kota Palembang dirobek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini merugikan pihaknya karena masyarakat kota Palembang yang membuang sampah tidak sesuai jadwal yang menyebabkan sampah sering menumpuk di pinggir jalan.

“Belum sampai 3 hari jadwalnya sudah hilang, spontan ini membuat warga membuang sampah tidak pada jadwalnya dan membuat sampah menumpuk setiap jamnya,” beber dia, Senin (20/06) ditemui usai rapat koordinasi di hotel Novotel membahas PLTSa Sukawinatan.

Agung menjelaskan, jika pihaknya telah menyediakan 102 armada truk dan 15 kendaraan roda tiga (kaisar) untuk mengangkut sampah di kota Palembang dengan jadwal tika kali sehari. Namun sayangnya hal ini masih kurang efektif karena masyarakatnya kurang bisa bekerja sama untuk membuang sampah sesuai jadwal yang sudah kami tentukan.

“Kami sudah menyediakan 102 truk sampah dan 15 kendaraan roda 3 plus 300 lebih kendaraan roda 3 dari tiap kelurahan. Namun, hal ini terlihat tidak efektif karena warga yang tidak sabaran untuk membuang sampah di luar jadwal yang telah kami tetapkan yaitu pagi sampai jam 09.00 pagi, sore hingga jam 16.00 dan malam hingga jam 22.00,” jelas dia.

Jika masih saja terlihat kotor, menurut Agung, akibat masyarakat yang tidak bisa bersabar untuk menahan membuang sampah sesuai jadwal. Yang bekerja juga adalah manusia, jadi butuh istirahat karena ada batasannya. “Kami juga perlu istirahat apalagi saat ini puasa, jadi kami harap agar warga bisa pengertian dan bisa membuang sampah sesuai jadwal,” harapnya kepada seluruh produsen sampah di kota Palembang.

Kembali kata Agung, terlebih lagi saat ini ada penyempitan jalan yang juga sedikit mengurangi kinerja tim DKK di lapangan untuk mengambil sampah di TPS untuk di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Di lapangan kita melakukan penanggulangan dari mulai kelurahan. Karena sistemnya manual masih agak lambat, kegiatan juga sedikit terganggu sementara akibat adanya pembangunan sehingga jadi tidak leluasa. Contoh di Jalan angkatan 45 mobilnya gak bisa masuk, jadi pakai angkutan roda 3,” pungkasnya. (korankito.com/eja)