Bisa Dipercaya

Cabuli ABG, Satpam Jakabaring Diamankan 

Jpeg

Palembang – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, berhasil mengamankan satu pelaku pencabulan terhadap AN (15) warga kawasan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang, Selasa (21/6) sekitar pukul 17:00 WIB.

Adapun pelaku yang diamankan, yakni Ruslan Kusuman alias Alan (52) warga Jalan Lakitan Raya, RT 39, Kelurahan Kenten, Kecamatan Sako Palembang. Saat ditangkap, pelaku sedang asik menikmati kopi disebuah warung kopi, di kawasan Jakabaring.

Berita Sejenis
1 daripada 12

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede mengatakan usai mendapatkan laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diamankan unit PPA Polresta Palembang.

“Kita amankan pelaku ini, berdasarkan laporan dari tiga korban yang membuat laporan di SPK Polresta Palembang. Kita akan terus melakukan penyelidikan, kemungkinan ada korban-korban lainnya,” ujarnya saat gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan dari korban AN, pelaku membawanya ke sebuah kamar kost yang berada dikawasan Tegal Binangun, dan mengancam dengan senjata api (senpi) agar mau melayani nafsu bejat Ruslan.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 81 ayat 1 junto 86 D, undang-undang perlindungan anak dengan ancama kurungan minimal 15 tahun penjara. Sedangkan untuk senpi tersangak, masih akan terus diselidiki. Pelaku juga mengakunya, seorang securiti dikawasan pusat Olahraga, namun kita akan konfirmasi kepada manajemen pengelola tempat olahraga itu,” katanya.

Sementara itu, Ruslan mengaku jika kejadian tersebut berawal saat dirinya dikenali seorang cewek oleh temannya berinisial MR. Lalu, ia pun mengajak wanita tersebut pergi kerumah temannya di kawasan Musi II Palembang.

“Dari Jakabaring, saya ajak dia ke Musi II tempat kawan, tapi tidak aku apa-apakan, cuman di cium-cium saja. Setelah itu, saya hantarkan dia pulang, dengan memberikan uang sebesar Rp 500 ribu, untuk dia jajan ,” elaknya saat dimintai keterangan.

Menurutnya, saat mengajak korban ke kawasan Musi II, ia tidak memaksa korban. “Sehari semalem dia sama saya pak, saya juga sudah berkeluarga anak satu, tidak saya ancam dengan apa-apa, dia mau ikut dengan saya. Kami juga sudah pacaran,” katanya. (korankito.com/denny)