Tiket KA H-5 Ludes

09-48-45-IMG-20150701-00312

Palembang – Meski baru memasuki hari ke 15 ramadhan, PT Kereta Api Indonesia Sub Divre III Palembang mencatat tiket kereta api H-5 hingga H-1 Hari Raya Idul Fitri sudah ludes terjual. Hal itu terjadi pada tiket kelas ekonomi tujuan Kertapati (Palembang)-Tanjung Karang (Lampung), sementara untuk kelas bisnis terjual habis untuk tiket H-4 dan H-2 Hari Raya Idul Fitri.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Sub Divre III Palembang Aida Suryanti membeberkan kepada koran kito, dalam satu hari pihaknya telah menyiapkan 2.992 tiket Kereta untuk melayani pemudik. Namun pihaknya menetapkan musim arus mudik lebaran tahun ini mulai dari 24 Juni hingga 17 Juli 2016. “Selama tren musim mudik ini, kita siapkan lebih dari 70.000 tiket. Secara keseluruhan, selama musim mudik ini sudah terjual sekitar 65 persen tiket,” jelasnya.

Dari pantauan koran kito diketahui jika tiket yang ludes terjual itu dikarenakan banyak masyarakat yang melakukan pemesanan tiket secara online dari jauh hari sebelumnya. Pasalnya, masyarakat tersebut takut tiket kehabisan lebih dulu.

Imbuhnya, hal serupa juga terjadi untuk kereta api keberangkatan Kertapati menuju Sindang Marga (Lubuklinggau). “Masih ada sekitar 35 persen tiket yang masih tersedia. Ini yang bisa dipesan oleh masyarakat, namun saya tidak menjamin sampai kapan tiketnya tersisa,” ungkapnya.

Dalam arus mudik tahun ini, pihaknya menyediakan posko mudik yang ditempatkan di semua stasiun. Posko ini memiliki tujuan agar dapat membantu masyarakat yang akan mudik lebaran menggunakan jasa kereta api sehingga lebih terlayani dengan baik. Pihaknya juga membuka layanan pencetakan tiket kereta api bagi calon penumpang yang telah memesan melalui transaksi online. “Ini disediakan untuk menghindari dari panjangnya antrean saat melakukan pencetakan tiket pada hari yang sama dengan jadwal keberangkatan,” tukasnya.

PT KAI Sub Divre III Palembang juga menyiapkan alat material untuk terus siaga di sejumlah titik yang rawan bencana longsor dan banjir terutama menjelang arus mudik dan arus balik. Ditempatkan juga petugas tambahan untuk memeriksa rel ekstra, dan petugas regu terbang atau siaga guna mencwgah hal yangbtidak diinginkan terjadi.

Kembali kata Aida, untuk memberikan rasa nyaman dan aman dari titik awal stasiun keberangkatan sampai stasiun tujuan akhir penumpang, juga diterjunkan sebanyak 315 personel keamanan gabungan per harinya dalam rangka menghadapi arus mudik dan balik lebaran tahun 2016. Bantuan keamanan dan ketertiban sebanyak 315 personel gabungan itu, ada dari Personel POM TNI, Polres/Polsek setempat, Brimob, Polsuka dan Security, untuk mengamankan dan memberikan rasa nyaman bagi penumpang yang  mudik lebaran.

“Ini juga membutuhkan peranan masyarakat sendiri untuk menjaga barang bawaan masing-masing agar kondisi lebih kondusif. Yakni dengan tidak memakai perhiasan yang mencolok dan membawa barang bawaan berlebihan,” harap dia.

Terkait hal itu, pihaknya telah menerapkan ketentuan baru yang harus diperhatikan penumpang kereta api saat mudik lebaran mengenai berat barang bawaan atau bagasi. Yakni ada pembatasan barang bawaan masing-masing penumpang maksimal 20 kilogram atau dimensi barang tidak lebih dari satu meter seperti bagasi penumpang pada maskapai penerbangan pada umumnya.

Bubuhnya, apabila penumpang kedapatan kelebihan bagasi, masing-masing penumpang akan dikenakan biaya angkut tambahan dengan besarnya biaya tambahan adalah Rp10.000 bagi penumpang kelas eksekutif, Rp6.000 bagi penumpang kelas bisnis, dan ekonomi komersial Rp2.000 bagi penumpang kelas ekonomi bersubsidi.

“Untuk penumpang yang bawa barang lebih dari 40 kilogram dan lebih dari dua meter, barang akan ditolak dan disarankan menggunakan jasa ekspidisi,” jelasnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar mengatakan jumlah pemudik yang mengunakan jasa angkutan kereta api diprediksi mengalami peningkatan 4,6 persen untuk rute Palembang-Lubuklinggau dan Palembang-Lampung dari tahun 2015 lalu.

Ada enam kereta api disediakan yakni Limek Sriwijaya I, Sindang Marga I, Sindang Marga 2, Bukti Serelo 1, Bukit Selero 2 dan Ekspres Rajabasa 1. “Kita prediksi semua tiket yang disediakan cepat habis terjual. Kenaikan ini disebabkan adanya kereta api ekonomi lokal dan  kemudahan akses pembelian berupa tiket online dan melalui mini market di disetiap  daerah,” pungkasnya. (korankito.com/eja)