Proyek Tugu Belido Masuk Proses Tender

IMG_20160620_105758_HDR

Palembang – Walikota Palembang berencana untuk menambah satu icon lagi di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) yakni pembangunan patung ikan belido. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki proses tender setelah pada bulan Maret lalu Pemkot Palembang dan PTBA telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

Staf Ahli Walikota Palembang bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi Sudirman Tegoeh mengatakan, saat ini sudah masuk proses tender setelah sebelumnya dilaksanakan pra kualifikasi selama satu bulan lebih. Pemkot berharap tim pemborong yang nantinya mengerjakan salah satu Icon baru Palembang memiliki pengalaman dan berjiwa seni. Diperkirakan awal agustus sudah ground breaking dengan target 8 bulan pengerjaan dan dana yang dipergunakan dari CSR PTBA.

“Hal ini, pasti menjadi kriteria, karena dibutuhkan dalam membangun kontruksi patung tersebut, yang bagus dan bernilai seni,” bebernya ketika ditemui usai rapat koordinasi PLTSa bersama kementerian ESDM di hotel Novotel, Senin (20/06).

Menurutnya, perusahaan pengembang itu ada catatan pengalaman yang berkaitan dengan konstruksi art. “Kemungkinan proses tender ini selesai pada awal Juli mendatang, pembangunan bisa langsung dimulai awal agustus tanpa ada perubahan dana. Akhir Mei 2017 dipastikan patung tersebut sudah selesai dan membuat kawasan BKB menjadi lebih indah,” ungkapnya.

Imbuhnya, tak ada perubahan berarti pada konsep pembangunan patung
yang estimasi dananya membutuhkan dana sekitar Rp 4,5 Miliar. Patung yang dibuat dengan dana yang berasal dari Coorporate Social Responsibility (CSR) PTBA ini akan berbahan dasar perunggu.

“Ya awalnya direncanakan dibangun memakai bahan batubara, tetapi kita khawatir akan mudah dibakar atau justru dikikis warga untuk dicuri. Jadi, diubah bahannya menggunakan perunggu,” jelas dia.

Nantinya, patung ini juga akan dijadikan sebagai air mancur seperti icon Lion di Singapura dimana air akan keluar dari mulut ikan. Tinggi patung akan dibuat total setinggi 12 meter
sehingga terlihat megah. “Patung akan dibuat terlihat seindah mungkin dengan pancuran air langsung ke sungai musi,” pungkasnya. (korankito.com/eja)