Petisi Tak Halangi BOT Cinde

IMG_20160617_113504_AO_HDR

Palembang – Meski adanya petisi penolakan oleh sejumlah aktivis kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah kota Palembang, proses Built Operate Transfer (BOT) Pasar Cinde Palembang tetap akan dilanjutkan. Pemerintah kota Palembang sendiri mengklaim tetap akan meneruskan rencana pembangunan Pasar Cinde Palembang karena bangunan tersebut sudah sangat tua dan kumuh.

“Persiapan pembangunan sekarang terus berjalan. Sosialisasi kepada pedagang juga sudah, ini bekerjasama antara Pemkot Palembang dengan Pemprov Sumsel,” kata Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Palembang, M Safri Nungcik saat ditemui usai rapat paripurna di kantor DPRP kota Palembang, Jum’at (17/06).

Ia mengaku, pihaknya akan terus berupaya untuk mempertahankan nilai historis Pasar Cinde Palembang tapi juga tetap mempertahankan terlaksananya BOT pembangunan pasar tersebut. “Desainnya mungkin nanti disesuaikan. Akan kita rundingan terkait ini. Kita juga akan bicara dengan mereka (#savecinde). Dalam waktu dekat akan kita agendakan bertemu. Baiknya seperti apa, agar tetap jalan pembangunan Pasar Cinde tapi mempertahankan nilai budaya Pasar Cinde ini,” ungkapnya.

Kembali kata Safri, pembangunan Pasar Cinde sudah sangat penting, sebab 2018 nanti, akan ada even besar Asian Games. Pasar Cinde ini, ungkapnya akan terkoneksi dengan LRT yang sekarang dalam tahap pengerjaan. “BOT tidak akan batal, namun akan kita cari jalan keluarnya. Agar bisa memfasilitasi ide #savecinde, maka kita akan ajak berunding,” jelasnya.

Senada Walikota Palembang Harnojoyo menuturkan, pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada Pemprov Sumsel terkait BOT Pasar Cinde tersebut. “Progres pembangunan terus dilakukan. Tetap akan dibongkar, namun kita juga maunya tetap dijaga nilai khas Pasar Cinde. Jangan sampai ada pusat kota tidak tertata, namun dengan artian jangan sampai juga terhenti pembangunannya,” jelas Harnojoyo.

Harnojoyo menegaskan, desain arsitek yang merupakan Cagar Budaya tetap akan dipertahankan di Pasar Cinde tersebut. Namun tetap ada penyesuaian desain, agar nantinya rencana 12 lantai di Pasar Cinde tetap bisa sejalan. “Ini kan pasar lama, jangan sampai 12 lantai tapi tidak memiliki dasar penompang yang kuat. Kita akan rundingkan terkait arsitek dan desain pasar,” terang Harnojoyo.

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu menambahkan, sampai saat ini pedagang di Pasar Cinde sudah disosialisasikan. Selama masa pembangunan, pedagang akan di relokasi sementara di bangunan eks-Cineplex yang tak jauh dari Pasar Cinde. “Progres on schedule. Setelah lebaran, pedagang akan dipindahkan,” tukasnya.

Imbuhnya, setelah Pasar Cinde rampung dibangun setinggi 12 lantai, maka Pemkot Palembang akan mendapatkan jatah dua lantai yang dikhususkan untuk pedagang Pasar Cinde eksisting. Ada 240 lapak pedagang yang sudah disiapkan, sesuai dengan jumlah pedagang eksisting saat ini. “Pasar-pasar yang lain sudah dilakukan revitalisasi. Tinggal Pasar Cinde Palembang saja, karena ini adalah pasar utama di Kota Palembang maka memang harus segera dibenahi. Agar tidak terlihat kumuh dan kotor,” pungkasnya. O eja