Pemprov Jamin Ketersediaan Stok Pangan 

IMG_8367

Palembang – Jelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersediaan stok bahan pangan menjelang hari raya Idul Fitri aman. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Mukti Sulaiman, meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersedian bahan pangan menjelang lebaran tahun ini. Ketersedian bahan pangan itu diyakini akan cukup, terutama daging impor yang lebih berkualitas dan sehat. Pemprov Sumsel juga menjamin, tidak akan terjadi gejolak kenaikan harga di tengah masyarakat.

“Selain itu juga stok bawang, cabe, beras cukup, kita juga mendapat pasokan gula sebanyak  500  ton dari PTPN VII dan segera akan dipasarkan,” ungkap Mukti, Jum’at (17/6).

Mukti juga menginstruksikan agar masyarakat jangan berlebihan dalam berbelanja. “Masyarakat harus pintar memilih, kalau ada yang murah dan berkualitas kenapa harus membeli yang mahal, contohnya daging impor dari Australia itu sehat dan terjaga kehalalannya karena ada tim yang memantau lebih murah lagi ketimbang daging lokal yang bukan disembelih di RPH,” ujarnya

Ditambahkan oleh Sekda Sumsel, Operasi pasar akan terus digelar tidak hanya di kota Palembang tetapi juga di kota lain  hingga H-2 jelang lebaran.  “Operasi pasar ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, rencananya minggu depan akan digelar di kota Prabumulih dan  Lubuk linggau karena mereka kekurangan stok, tetapi untuk kabupaten/kota lain stok bahan pangan mereka cukup,” Tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura Sumsel, Erwin Noor Wibowo mengungkapkan, pihaknya telah menyelenggarakan pasar penyeimbang yang berpusat dikantornya. Adapun tujuan dari pasar penyeimbang adalah untuk memberikan harga yang layak dengan harga konsumen yang rendah.

“Seperti contoh, harga di satu komoditi cabai Rp 45 ribu, sedangkan dari petani sendiri harga jual sampai sekitar Rp 28 ribuan. Jadi nilai perbedaan itu cukup tinggi, inilah yang harus kita pangkas (mata rantai, red) di seluruh komoditi pertanian,” tegas dia.

Pasar penyeimbang ini, lanjut dia, akan dilaksanakan nantinya di seluruh kabupaten/kota. Saat ini pihaknya memulainya di Pemprov Sumsel. Melalui pasar penyeimbang ini, Erwin berharap, kepentingan para petani itu terpenuhi. Selama ini, hasil pertanian masyarakat untuk hadir di pasar ke konsumen membutuhkan sekitar 9 titik dan itulah yang harus dilewati.

“Jadi hanya tiga titik saja yang kita lewati, dan inilah yang harus kita pangkas. Jadi kita simpulkan bahwa petani akan dapat nilai yang tinggi, sedangkan konsumen sendiri akan mendapat harga yang lebih murah atau lebih rendah,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Palembang, Hamid Ponco Wibowo menambahkan, berdasarkan pemantauan harga bulan Juni diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,61 persen (mtm), 1,51 (ytd), 4,53 persen (yoy) angka tersebut adalah hasil SPH murni. Ditambah dengan penyesuaian sebesar 0,22 persen peningkatan pertama pada saat menyambut Idul Fitri dan diantara empat kota di Sumsel.

“Diperkirakan konsumsi pasti akan naik, tetapi cukup seimbang dengan adanya gaji tiga belas dan tunjangan-tunjangan lainnya. Harapan kita kedepannya, walaupun inflasi naik kalau bisa tidak mencapai angka satu,” tukasnya. (korankito.com/ria)