Pedagang Pasar Sako Keluhkan Sepi Pembeli

IMG_20160618_124055_AO_HDR

Palembang – Sejak dibuka satu bulan lalu, pengunjung Pasar Sako Mandiri (PSM) masih sangat sepi. Kondisi ini pun mempengaruhi omset (pendapatan) para pedagang sudah menempati pasar tersebut. Keluhan ini disampaikan para pedagang kepada Walikota Palembang Hornojoyo saat melakukan peresmian Pasar Sako Mandiri (PSM), sabtu (18/06).

Salah satu pedagang PSM Hairul mengatakan, transaksi jual beli di Pasar Sako Mandiri ini masih terbilang sepi, jika dibandingkan dengan pasar becek yang lokasinya bersebelahan dengan PSM. Bahkan omsetnya pun tak sesuai dengan harga sewa yang harus mereka bayar. “Disini masih sangat sepi. Banyak orang enggan berbelanja disini karena mereka menganggap harga disini mahal bahkan sampai isu tak boleh masuk kepasar ini pakai sandal,” ungkap Hairul.

Hairul menambahkan karena isu itulah membuat dagangannya sepi dan pembeli pun sedikit yang berbelanja.  Menurutnya untuk harga yang dijual sama seperti harga di luar area pasar ini, bahkan harga yang dijual jauh lebih murah. “Pikiran masyarakat saat melihat gedung yang besar dan bersih inilah yang membuat enggan untuk berbelanja disini. Hingga yang saya heran tak boleh memakai sandal,” bebernya seraya tersenyum.

Ia pun mengaku sudah hampir satu bulan lebih berjualan disini namun hingga saat ini omset yang ia dapat tak sesuai harapan, dan jauh lebih sedikit dibanding saat berjualan di pasar becek. “Kalau sampai begini terus tak ada perubahan saya akan pindah. Namun, saya sudah bayar sewa lapak ini Rp 6 juta per tahun,” kata dia.

Pengelola Pasar Sako Mandiri, Tjhandra Irawan mengakui masih sepinya transaksi jual beli di pasar tersebut. “Banyaknya isu yang beredar mengenai harga yang mahal bahkan masuk atau berbelanja disini tak boleh pakai sandal inilah yang membuat masyarakat enggan datang kesini,” bebernya.

Karena itulah pihaknya akan menghilangkan isu yang tak benar tersebut untuk terus meningkatkan transaksi jual beli di pasar ini. Tjhandra mengungkapkan hingga saat ini pasar tersebut baru terisi oleh pedagang mencapai 70 persen dari total lapak sebanyak 460 unit dan kios 220 unit. “Untuk harga sewa sendiri yakni Rp 5 hingga Rp 6 juta per tahun untuk lapak sesuai ukuran dan Kios dari Rp 15 hingga Rp 17 juta per tahun. Selama opening ini  kita gratiskan retribusi namun enam bulan kedepan akan kita tarik biayanya sebesar Rp 12 ribu per hari,” kata dia.

Keunggulan PSM ini yakni memiliki fasilitas yang lengkap diantaranya area parkir yang luas yang mampu menampung hingga 500 kendaraan roda dua dan 45 unit kendaraan roda empat dengan luas pasar 3700 meter persegi. PSM ini pun dilengkapi dengan musholla, toilet, cctv, area bermain anak hingga tempat pengelolaan limbah.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengapresiasi Pasar Sako Mandiri yang telah menyediakan pasar yang nyaman, aman seperti ini. “Layaknya pasar itu seperti ini, pasar tradisional modern. Karena itu kita minta PD Pasar Palembang untuk membuat pasar itu rapi dan benar seperti pasar sako mandiri ini,” kata Harno.

Harno mengakui, selama ini pasar yang dikelola oleh perusahaan daerah masih kurang atau sangat jauh seperti yang diharapkan. “Satu per satu pasar tradisional di Palembang kita minta PD Pasar Jaya seperti ini yakni dengan mengusung konsep pasar tradisional modern,” kata dia.

Menurutnya, pasar nantinya bukan hanya tempat transaksi jual beli tapi juga tempat rekreasi dan wisata. “Total pasar di Palembang ada 36 yakni 17 milik pemerintah daerah dan 19 milik swasta. Dan kita berharap pasar kedepan dapat memiliki konsep seperti ini,” harap dia.

Orang nomor satu di kota Palembang ini mengatakan PSM yang dikelola oleh pihak swasta ini merupakan contoh pasar yang baik yang memiliki standar yang layak. “Kita lihatkan pasar ini bersih,luas,rapi dan fasilitas lengkap.Inilah yang kita harapkan pasar yang ada di kota Palembang,” beber dia.

Mengenai masih sepinya transaksi jual beli dipasar ini yang banyak dikeluhkan pedagang Harno mengatakan hal ini wajar bagi pasar yang baru saja dibuka. “Ini kan baru,kadang-kadang suasana baru masih membuat masyarakat belum terbiasa.Apalagi masyarakat baru menemukan pasar seperti ini. Padahal harga didalam maupun diluar sama saja. Mudah-mudahan kedepan masyarakat sudah terbiasa,” pungkasnya. (korankito.com/eja)