Jelang Ramadhan Inflasi Di Sumsel Meningkat

IMG-20160618-WA0000

Palembang – Kepala Bank Indonesia Sumsel, Hamid Ponco Wibowo mengatakan Sumatera Selatan (Sumsel) inflasi yang terjadi di sumsel selama bulan ini sebesar 0.83 persen. Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemantauan harga-harga yang ada di pasaran.

Menurutnya, Inflasi terbesar terjadi pada bulan Mei. “Bulan Mei inflasi mencapai 0,63 persen, sehingga secara kumulatif  hingga saat ini mencapai 0,83 persen. Ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya mencapai angka 0,31 persen,” katanya, Sabtu (18/6).

Hamid Ponco Wibowo penyebab inflasi pada bulan Mei tidak diprediksi sebelumnya. Ternyata tingginya permintaan tiket pesawat yang dikarenakan banyaknya kegiatan event nasional sehingga aktivitas penerbangan dan tingkat hunian hotel juga penub di Sumsel pada bulan Mei lalu menjadi penyebab tingginya inflasi pada bulan Mei kemarin.

Selain itu, sambungnya lagi, penyumbang inflasi juga dari daging ayam ras yang mengalami kekurangan supply makanan dan meningkatnya konsumsi rokok sehingga ada bahan-bahan tertentu juga ikut mengalami kenaikan.

Lebih lanjut Ponco menjelaskan pada bulan Juni diperkirakan inflasi akan mengalami penurunan sebesar 0,61 persen (month to month), 1,51 persen (year to date), 4,53 persen (year on year) angka tersebut adalah hasil survey pemantauan harga murni (SPH). Ditambah dengan penyesuaian sebesar 0,22 persen peningkatan pertama pada saat menyambut Idul Fitri dan diantara empat kota di Sumsel.

“Diperkirakan konsumsi pasti akan naik, tetapi cukup seimbang dengan adanya gaji tiga belas dan tunjangan-tunjangan lainnya. Harapan kita kedepannya, walaupun inflasi naik kalau bisa tidak mencapai angka satu,” tukasnya. (korankito.com/ria)