Kurir Shabu Divonis 15 Tahun Penjara

Screenshot_2016-06-16-14-31-11_1466062301868

Palembang – Terdakwa Rajudin nampak syok setelah mendengar putusan majelis hakim, Mion Ginting, yang menjatuhkan vonis selama 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara, dalam persidangan di PN Palembang, Kamis. (16/6).

Sepanjang persidangan, Rajudin nampak tertunduk duduk dikursi pesakitan, dirinya hanya sesekali menatap hakim, sambil melihat kearah jaksa. Dalam putusan hakim terdakwa dinyatakan terbukti secara menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis shabu sebanyak 71, 8 gram, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Kami majelis hakim sependapat dengan tuntutan jaksa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli sabu, menjatuhkan pidana penjara selama. 15 tahun, dengan denda sebesar Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara” tegas ketua majelis hakim Mion Ginting. Terdakwa yang tercatat sebagai  warga Aceh Utara, nampak bingung dan seolah hukuman tersebut terlalu berat, akan tetapi majelis hakim memberinya kesempatan untuk dirinya berkonsultasi dengan penasehat hukumnya dari Pos Bakum PN Palembang, Hj Wanida SH, setelah beberapa menit melakukan koordinasi, Terdakwa langsung menyatakan menerima

utusan. “Saya terima pak” ujarnya.

Fakta Persidangan, perbuatan terdakwa terungkap pada Jumat 2 Januari 2016 sekitar pukul 20.00 WIB di jalan talang keramat Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan informasi awal, tim kepolisian melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa sehingga ditemukan sabu seberat 71,8 gram. Menurut terdakwa barang bukti tersebut berasal dari Saefudin di Aceh. Shabu tersebut berada di batam dan selama pengambilan sabu tersebut, terdakwa diberikan uang sebesar Rp 1 juta untuk operasional.(korankito.com/ria)