Bisa Dipercaya

Waspada Makanan Berformalin di Mall

Sidak Pasar Modern Hypermart (4)

Palembang –  Dalam satu pekan terakhir, hypermarket yang ada disalah satu Mall di kota Palembang menjadi perhatian publik. Pasalnya, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh tim gabungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baik dari Badan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Balai Karantina Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai BPOM di Palembang, dan sebagainya menemukan beberapa jenis hasil perikanan yang dijual disana positif mengandung formalin.

Pada 10 Juni 2016 lalu, tim melakukan sidak di Palembang Square Mall, tepatnya di Carrefour ditemukan ikan formalin pada beberapa jenis ikan asin dan ikan segar. Diantaranya ikan toman, udang, ikan tongkol, ikan kakap, ikan baung, dan cumi-cumi. Selain Carrefour, pada waktu yang sama dilakukan juga sidak di Pasar Cinde dan Pasar KM5.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Dikedua pasar tradisional tersebut tim sidak gabungan kembali tercengang dengan penemuan ikan segar dan ikan asin yang diperdagangkan ternyata positif mengandung formalin, Rabu (15/06), tim sidak kembali melakukan sidak di beberapa lokasi yakni Pasar Gubah, Pasar 26 Ilir dan Palembang Indah Mall, tepatnya di Hypermart.

“Kami kembali mendapati ikan berformalin di ketiga lokasi yang kami datangi,” ucap Andi Aras, Kepala Seksi Tata Pelayanan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Provinsi Sumatera Selatan.

Ia menjelaskan, di Pasar Gubah ditemukan bahan formalin pada udang, cumi-cumi, ikan selar, dan ikan kapsa. Sedangkan di Pasar 26 Ilir ditemukan bahan formalin juga pada udang gala, cumi asin kering, ikan kuek, ikan sarden, dan ikan giling.

“Kita juga akan sorot ke pasar modern, yakni Hypermart. Kita temukan bahan mengandung formalin pada ikan kuek, udang, ikan salmon, dan ikan lainnya,” beber dia.

Kepada koran kito ia mengaku jika pihaknya telah mencatat dan mendata pedagang-pedagang yang menjual bahan panganan dan untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Untuk barang dagangan yang positif mengandung formalin akan segera diamankan atau dimusnahkan aagar tidak merugikan konsumen.

Sementara itu, Kepala Divisi Fresh Hypermart Palembang, Winarso membenarkan adanya sidak di hipermarket tempatnya kerja. Hanya saja, pihaknya tidak menduga, bahan pangan yang dijual, terkhusus ikan, mengandung formalin.

“Setelah sidak ini, kami tarik semua jenis ikan yang kami jual. Waktunya belum tahu sampai kapan. Semua jenis ikan tidak dijual lagi di Hypermart,” jelasnyanya.

Kembali kata Winarso, imbasnya Hypermart harus menanggung kerugian karena ikan-ikan yang sudah dipasok dari UKM di Palembang itu tidak dapat dijual. Pihaknya memilih rugi daripada harus merugikan konsumen karena menjual ikan yang mengandung formalin.

“Dengan tidak dijualnya ikan dari pemasok, artinya kami sementara waktu ini akan menghentikan kerjasama dengan UKM, terutama pemasok ikan,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)