Bisa Dipercaya

Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Pansor

20160511_133625-1

Palembang – Dua bulan penemuan potongan mayat M Pansor, anggota DPRD Lampung yang menjadi korban mutilasi di wilayah OKU Timur, 19 april 2016 lalu, membuat pihak kepolisian kembali memeriksa para saksi yang berjumlah 10 orang.

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut kasus tersebut, Daniel menjelaskan jika saat ini pihaknya akan melakukan pengecekan ulang untuk membantu penyelidikan, apa motif dari pelaku melakukan pembunuhan tersebut. “Kita akan check ulang untuk membantu penyidik bagaimana cara korban dibunuh,” ungkP Daniel.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Selain itu, Daniel juga menambahkan, jika tubuh korban sebelumnya dibunuh dulu baru dilakukan pelaku untuk memutilasi. “Dari hasil penyelidikan, jika potongan tubuh korban dibunuh terlebih dahulu oleh pelaku baru di mutilasi,” jelasnya.

Bahkan, untuk mengumpulkan beberapa informasi, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Polda Lampung. Bahkan pihaknya juga meminta bantuan masyatakat untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Saat ini kita  masih koordinasi dengan Polda Lampung, dan mereka sudah memeriksa kembali 10 saksi beserta pemeriksaan ulang kepada pihak keluarga. Dan kita juga meminta bantuan kepada masyarakat untuk informasi, sebab kita masih fokus menemukan potongan tubuh lainnya. Dikrenakan dari beberapa potongan tubuh itulah kita bisa tau bagaimana korban dibunuh dan diapakan,” ujar Daniel.

Disinggung mengenai bagaimana karakter pembunuh tersebut, Daniel mengungkapkan jika dilihat dari kasus tersebut, pelaku bisa saja terindikasi pembunuh profesional, sebab kasus tersebut sedikit menyulitkan penyidik untuk menemukan dan mengungkap kasus ini. Dan diduga pembunuh tersebut terbilang profesional.

“Agak sidikit kesulitan ya, sebab pelaku dengan profesional bisa memisahkan potongan tubuh tersebut hingga polisi sulit menemukannya, bahkan pelaku juga menghilanhkan identitas korban sampai harus dilakukan tes DNA,” tutup Daniel. (korankito.com/kardo).