PAD Pasar 16 Ilir Tidak Maksimal

asisten-iv-setda-palembang-bidang-kesra-asnawi-p-ratu

Palembang – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar 16 Ilir yang hanya Rp. 250-Rp 500 juta pertahun dirasakan selama ini tidak maksimal. Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut), Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya Asnawi P Ratu usai melakukan rapat bersama Komisi II DPRD Palembang, Selasa (13/6).

Menurutnya berdasarkan kajian ekonomi dari tim ahli dari Jakarta harusnya PAD dari Pasar terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut mencapai Rp 25-Rp 30 miliar per tahunnya.

“Penghasilan yang hanya Rp 250 juta dari Pasar 16 Ilir, tidak masuk akal. Hitung-hitungannya jauh sekali. Oleh karenanya kami akan mengambil alih sepenuhnya pengelolaan Pasar 16 Ilir,”katanya,.

Ia berkomitmen, dalam kepemimpinannya saat ini mampu menghasilkan uang untuk kas daerah dari Pasar 16 Ilir sebesar Rp 25-30 miliar setiap tahunnya. Jika PAD dari Pasar 16 Ilir mencapai Rp 30 miliar per tahun, maka pemasukan dari pasar akan jauh lebih meningkat dari sebelumnya. “Itu baru dari satu pasar. Kalau kita bekerja maksimal, pendapatan kita akan jauh lebih besar, tentu itulah harapan kita semua,”katanya percaya diri.

Saat ini, sambungnya, penentuan pengelolan Pasar 16 Ilir Palembang akan ditetapkan setelah lebaran Idul Fitri nanti. Namun, pihaknya masih melakukan pembahasan lanjutan dengan pihak legislatif. “Kalau BOT dicabut. Sah-sah saja, karena kami menilai selama ini tidak maksimal yang dilakukan oleh pihak ketiga,” bebernya. (korankito.com/ria)