Begal Junior Ditangkap Polisi

Jpeg

Jpeg

Palembang – Tiga kawanan begal junior, ditangkap Unit Sat Rekrim Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang, Rabu (15/6) pagi. Ketiganya adalah, M Fikri Ramadona (18), Nanda Efriyadi (16) dan Riki Oktariansyah (15), semuanya merupakan warga Perumahan Amin Mulya, yang terletak di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Ditangkapnya pelaku, berdasarkan laporan dari korban Rico Martinus Sanjaya (14) warga Perumahan OPI, Jalan Maluku, Blok G, No 15, RT 57, RW 18, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, di Mapolsek SU I Palembang, dimana handpone miliknya, sudah dirampas oleh kawanan pelaku begal.

Kapolsek SU I Palembang, AKP M Khalid Zulkarnain didamping Kanit Reskrim Iptu Azwan mengatakan kejadian bermula pada Minggu, (12/6) sekitar pukul 23:00 WIB, saat itu korban Rico bersama dua teman lainnya, sedang berjalan-jalan mengitari danau OPI.

Lalu, melintaslah ketiga pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah. Melihat korban yang sedang berjalan, dan keadaan sepi, ketiga pelaku turun dari sepeda motor mendatangi korban, serta langsung menggeledah saku celana korban Rico.

Setelah mendapatkan telepon genggam korban, pelaku mencoba melarikan diri. Akan tetapi, melihat telepon seluler (ponsel) miliknya diambil para kawanan pelaku, korban pun langsung mengejarnya. Namun sial, pelaku malah berbalik arah, memukuli serta menendang Rico.

“Usai melakukan penyelidikan, kita berhasil mengamankan tiga pelaku di rumahnya masing-masing. Mereka terlibat kasus pencurian disertai kekerasan, dimana saat itu mereka mendekati korban yang sedang lengah, langsung mereka menghajarnya dan merampas HP milik korban,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolsek SU I Palembang.

Lanjut Khalid, pelaku akan dikenakan Pasal 365 dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara. Sementara, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, apakah ada korban lainnya.

“Untuk barang bukti, dari tangan pelaku kita amankan satu buah sepeda motor Honda Beat warna merah nopol BG 4855 AAE, yang digunakan pelaku untuk menjalankannya aksinya dan satu buah handpone Adven milik korban Rico,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku Nanda mengakui perbuatannya, menurutnya saat itu pelaku sedang duduk di danau OPI, lalu satu temannya turun dari sepeda motor dan meminjam telepon genggam korban. Setelah, mendapatkannya teman kabur melarikan diri.

“Tapi korban mengejar kami, dengan cara menarik sepeda motor yang kami tumpangi, terpaksa kami pukuli. Kami khilaff pak, baru sekali inilah melakukan aksi ini,” jawabnya sambil tertunduk.

Dirinya mengatakan, jika aksinya berhasil, handpone milik Rico rencananya akan mereka jual, serta uangnya untuk membayar hutang.

 

“Kami bertiga sering makan di warung nasi dekat rumah, tapi belum kami bayar. Makanya, kami nekat merampas HP dia, rencanaya uang itu akan kami gunakan untuk bayar hutang, tapi keburu ditangkap polisi,” sesalnya.