Bisa Dipercaya

Anggota BIN Gadungan Hamili Pacar

20160615_115327Palembang-Adrian Janiar (36), warga Jalan Fatahilang III, RT 05/03, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang dibekuk polisi lantaran mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas di Palembang.

Selain mengaku sebagai anggota BIN, ia juga melakukan penipuan dan nekat meniduri korbannya hingga hamil. Andrian dibekuk aparat Reskrim Polsek Sukarami setelah menerima laporan dari korban yang tak lain merupakan pacarnya berinisial PM (20), warga Kecamatan Alang Alang Lebar.

Kejadian bermula ketika PM secara tak sengaja berkenalan dengan tersangka, lima bulan lalu. Hubungan berlanjut hingga mereka berpacaran bahkan melakukan hubungan layaknya suami istri. Akhirnya PM harus mengandung benih cinta mereka.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Mengetahui PM hamil, Andrian menenangkannya dengan iming-iming akan menikahinya. Rupanya, niat tersangka menikahi PM harus tertunda. Sebab, pada awal Juni lalu orangtua PM harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat kasus narkoba.

Di hadapan petugas, tersangka Adrian mengaku dirinya tidak ada niat menipu. Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

“Terakhir saya bekerja sebagai debcollector, tapi sudah diberhentikan karena dituduh melarikan uang perusahaan,” kata pria beristri dan mempunyai dua orang anak itu.

Bahkan, tersangka juga menjelaskan, saat itu dirinya memang ingin membantu orangtua PM bebas dari penjara. Namun ia tidak mengetahui cara mengurus kasus tersebut.

“Uangnya saya habiskan untuk makan dan mengontrak rumah bersama PM (korban). Kami sudah berencana menikah,” tukasnya

Kapolsek Sukarami Kompol Nurhadiansyah mengatakan, tersangka mengaku sebagai anggota BIN untuk mengelabui sang pacar. Dan hal tersebut dimanfaatkan tersangka saat ayah korban sedang terjerat kasus.

“Ternyata hal itu dimanfaatkan oleh tersangka untuk mengambil keuntungan. Tersangka menawarkan diri untuk mengurus kasus ayah korban agar dapat dibebaskan dari jerat hukum,” ungkap Kapolsek Sukarami Kompol Nurhadiansyah, Rabu (15/6).

Kapolsek mengatakan, saat itu tersangka meyakinkan keluarga korban jika dirinya bisa mengurus kasus tersebut karena dia (tersangka) merupakan anggota BIN.

“Tersangka meminta uang sebesar Rp22 juta kepada keluarga korban untuk mengurus kasus tersebut. Namun, ternyata uang tersebut justru dihabiskan tersangka untuk kepentingan pribadinya,” terangnya.

Tidak hanya itu, kata Nurhadi, sebelum ditangkap, tersangka juga sempat kembali meminta uang tambahan sebesar Rp 17 juta dengan alasan yang sama.

“Kita lakukan pengembangan terhadap kasus penipuan yang dilakukan korban. Terakhir juga, ada laporan dari perusahaan tempat korban bekerja yang melaporkan jika korban sudah membawa lari uang perusahaan,” pungkasnya.Korankito.com/kardo