Bisa Dipercaya

Venue Bowling Diharapkan Segera Beroperasi

IMG-20160614-WA0000

Palembang – Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Sumsel Syaidina Ali mengharapkan sarana dan infrastruktur yang dibangun untuk pelatihan bowling segera terwujud. Sebab sarana dan infrastruktur yang telah terbangun dapat dimanfaatkan demi kemajuan atlet dalam berlatih

Selama ini para atlet bowling Sumsel berlatih di lintasan bowling di Komplek Pertamina Plaju. Untuk berlatih disarana yang lebih memadai, mereka harus rela sepekan sekali berangkat ke Jakarta dengan patungan biaya pribadi.

Berita Sejenis
1 daripada 8

“Sejauh ini latihan di Jakarta menggunakan biaya sendiri. Untuk itulah, kami sangat berharap adanya percepatan pengadaan venue bowling di Sumsel, sehingga atlet Sumsel bisa latihan di venue serta lintasan yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Meskipun demikian ia mengapresiasi Pemprov Sumsel dalam memperjuangkan untuk menarik cabor bowling agar cabor tersebut diselenggarakan di Palembang. Mengingat Palembang merupakan kota kedua setelah Jakarta yang menjadi penyelenggara Asian Games 2018, hendaknya hal tersebut diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.

Hal ini mengingatkan prestasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) meyakinkan pihak Olympic Council of Asia (OCA) untuk menyelenggarakan cabor bowling di Sumsel pada rapat OCA Commite Meeting 10-11 Mei lalu di Hotel Lexington Legacy Kuta Selatan, Bali. Keputusan tersebut akhirnya disetujui atas pertimbangan venue di Jakarta cukup tua untuk dioperasikan, hingga tuan rumah cabor bowling dialihkan ke bumi Sriwijaya.

Oleh karena itulah Sayidina berharap agar venue yang akan dibangun segera terwujud. Sebab untuk berangkat ke Jakarta pun, mereka masih patungan dana pribadi. Atlet bowling Sumsel sendiri menginginkan infrastruktur yang memadai dalam latihan mereka.

“Saat ini Sumsel memiliki total 12 atlet Boling, dan enam diantaranya merupakan atlet PON,” tukasnya. (korankito.com/resha)