Warga Bentrok, Pistol Menyalak

IMG-20160612-WA0002

Palembang – Tawuran antarwarga terjadi di Jalan Kadir TKR, Lorong Terusan, RT 16/04 Kelurah 36 Ilir, Kecamatan Ilir Barat ll, Palembang,  Sabtu (11/6) malam. Akibat tawuran ini, seorang warga yang terlibat mengalami luka tembak di bagian kaki dan beberapa luka tusukan senjata tajam.

Kerusuhan antarwarga ini diduga dipicu oleh selisih paham. Awalnya pada sekitar pukul 18:00, warga bernama Iswandi dan Taufik yang terlibat cekcok mulut di depan rumah salah seorang warga bernama Ali Murod.

Lantaran kesal, Taufik pulang  dan memanggil sejumlah temannya yang diketahui warga Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang. Mereka yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang ini langsung mendatangi rumah Iswandi.

Dengan bermodalkan senjata api dan senjata tajam, Taufik beserta rekan-rekannya melakukan penganiayaan terhadap Iswandi. Akibat penganiayaan ini, Iswandi mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan kiri.  Bahkan  salah seorang rekannya yakni Guntur mengalami luka tusuk di bagian punggung dan Kartini mengalami luka lecet.

Rumah milik Ali Murod pun tak luput dari sasaran amukan Taufik Cs. Rumah Ali Murod mengalami pecah kaca akibat lemparan batu para pelaku. Melihat Suwandi sudah tak berdaya, Taufik Cs segera kabur. Sepeninggal Taufik, warga kemudian membawa Iswamdi ke rumah sakit.

Aparat Polsek IB ll dan Polsek Gandus yang mendapatkan informasi adanya bentrokan antar warga langsung terjun ke lokasi kejadian untuk menghindari kerusuhan berlanjut.

Bahkan aparat Polsek pun langsung berkoordinasi dengan anggota Sat Brimob, Dalmas, Unit Jatanras, dan Sat Sabhara Polda Sumsel.  Selain itu anggota Satreskrim Polresta Palembang yang dibantu oleh puluhan anggota Sat Intelkam dan Propam Polda sumsel juga langsung turun guna meredakan kerusuhan agar tidak berkembang lebih lanjut..

Setelah mengumpulkan beberapa informasi dan penyelidikan, polisi berhasil menangkap lima pelaku yang melakukan penyerangan tersebut. Mereka  adalah Junaidi, Joni Damara, Yudhi, Ujang, dan Obang yang ditangkap polisi di rumahnya masing-masing. Mereka langsung digiring ke Polresta Palembang untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut. Selain mengamankan lima pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sedikitnya dua pucuk senpi rakitan dan tiga buah pedang.

Pascakejadian, anggota dari jajaran Sat Reskrim Polresta dan Polsek dibantu puluhan anggota Brimob masih berjaga-jaga guna menghindari aksi tawuran susulan.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan adanya aksi tawuran warga ini. Namun dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail kronologi peristiwa tersebut.

“Memang benar terjadi kerusuhan di daerah Lorong Jambun, Kecamatan Gandus, sebagian pelaku sudah diamankan dan sisanya masih dalam pengejaran. Polresta yang menangani kasusnya,” ungkap Daniel.

Salah seorang warga yang tak mau disebutkan identitasnyab, menuturkan, awalnya kejadian tersebut bermula dari adanya perkelahian antara Iswandi, warga Lorong Terusan dengan Taufik, warga Lorong Jambu,  sekitar pukul 18:00.

Tidak terima dengan adanya kejadian tersebut, Taufik mengadu ke warga lainnya hingga kemudian bersama-sama melakukan penyerangan dengan mendatangi rumah Iswandi saat waktu berbuka puasa.

Saat itu, warga Lorong Jambu yang jumlahnya puluhan menyerang dengan berbagai macam senjata api, pedang, golok, dan tombak. Bahkan, ada warga yang membawa bensin untuk membakar rumah milik Wandi.

“Saat itu mau buka puasa, karena di lorong ada puluham orang ribut, akhirnya kami lihat. Ternyata Iswandi dikeroyok oleh sejumlah warga yang diduga tinggal di Lorong Jambu,” ungkapnya.

Kemarahan para pelaku sempat salah sasaran. Mereka malah merusak dan menyiram bensin ke rumah warga yang berada persis di depan rumah milik Iswandi. Selain itu, massa dari Lorong Jambu juga menyiramkan minyak ke rumah yang berada di sebelahnya. “Pas mau menyerang rumah, para pelaku salah sasaran, rumah Wandi itu berada persis di belakang rumah yang dirusak,” ujarnya.

Warga dari Lorong Jambu juga sempat membakar rumah tersebut. Beruntungnya, api dapat segera dipadamkan sehingga tidak sampai  membakar lebih luas. “Saat itu sebenarnya sudah ada seorang anggota polisi yang datang dan bermaksud untuk membubarkannya tapi tetap tidak dihiraukan,” jelas warga lainnya.

“Warga yang ribut juga sempat beberapa kali meletuskan tembakan. Kurang lebih ada sepuluh kali tembakan yang sempat dilepaskan. Mereka datang dari tiga penjuru. Ada yang masuk dari depan serta samping kanan dan kiri,” pungkasnya. (korankito.com/kardo)