Toyota Agya Terjun Bebas

39.01.AGYA

Palembang – Sebuah mobil Toyota Agya bernopol BG 1822 UD terjun bebas ke anak Sungai Aur yang terletak di Jalan H Umar, Lorong Tembok, RT16/06, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Minggu (12/6) petang.

Beruntung, saat kejadian naas tersebut Sungai Aur yang merupakan anak Sungai Musi sedang dalam keadaan surut. Tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Namun, warga sekitar harus bekerja keras mengevakuasi mobil tersebut dari dalam sungai.

Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, kejadian yang menimpa mobil berwarna putih ini, terjadi sekitar pukul 16:00. Mobil yang dikendarai oleh seorang perempuan bernama Mela itu, hendak keluar dari halaman rumahnya, yang ada persis di sisi sungai kecl tersebut.

Diduga lantaran salah menginjak pedal, mobil bertransmisi automatis itu langsung terjun ke sungai yang dalamnya sekitar empat meter. “Kejadian ini sangat tiba-tiba, tahu-tahu kami mendengar suara gemuruh. Ketika keluar, kami langsung melihat mobil ini sudah masuk ke dalam sungai,” kata Ali, warga sekitar lokasi kejadian.

Puluhan warga yang bermukim di sekitar tempat kejadian langsung membantu melakukan penarikan mobil Toyota Agya itu dari sungai. Hanya, saja upaya penarikan menuai hambatan, lantaran posisi mobil yang tegak me,persulit evakuasi. “Pengemudinya perempuan, dia sudah biasa mengemudi. Mungkin, saat itu dia salah menginjak pedal, makanya mobil itu langsung terjun ke sungai,” tambahnya.

Saksi mata lainnya, Yati menyebut, warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba menyelamatkan sang pengemudi. “Pengemudinya tidak apa-apa, tapi kelihatannya sedikit syok. Dia keluar dari mobil itu dibantu warga,” terangnya.

Pasca kejadian itu, belum ada pihak terkait yang datang untuk mengevakuasi mobil tersebut. Yang terlihat hanya sekumpulan warga yang mencoba menarik mobil itu dari dasar sungai. Hingga pukul 19.00 Wib, mobil tersebut masih berada di sungai itu dengan posisi bagian depan mobil menacap ke dasar sungai.

Kejadian ini menjadi daya tarik warga untuk menunggu waktu berbuka puasa, sehingga di sisi anak sungai Aur dipadati ratusan warga. Ketika, adzan magrib berkumandang warga mulai membubarkan diri. (korankito.com/deny)