Siramkan Cukapara, Kadir Ditangkap Polisi 

IMG_20160612_090339_1

Palembang – Lantaran menyiram tetangganya sendiri menggunakan cukapara atau air keras, Abdul Kadir (62), warga Jalan KH Azhari, Lorong Kuto, RT23/02, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, harus berurusan dengan aparat Polsek SU II, Minggu (12/6) siang.

Penangkapan Kadir oleh polisi menyusul laporan dari istri korban, Emira Wahyuni (35), warga Jalan KH Azhari, Lorong Kuto, RT14/02, No 416, Palembang. Emira mengatakan, suaminya bernama Mahendi sudah mengalami luka bakar yang diduga akibat disiram oleh AK dengan air keras jenis atau cuka para.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari lapangan, kejadian tersebut bermula pada Kamis (9/6) sekitar pukul 23:00 WIB. Saat itu Mahendi sedang membakar sampah di halaman rumahnya. Lalu, di sisi lain terdengar suara pelaku Kadir sedang memarahi anak-anak yang bermain di samping rumahnya.

Sembari memarahi anak-anak tersebut, Kadir menyebut-nyebut nama Marhendi, sehingga terdengar oleh yang bersangkutan. Dari situlah, Marhendi langsung menegur Kadir agar tidak lagi menyebut namanya.

Rupanya Kadir tidak senang sehingga terjadi cekcok mulut di antara keduanya.  Setelah itu, korban Marhendi mendekati Kadir. Namun tanpa diduga, Kadir mengeluarkan botol yang dipegangnya lalu menyiramkan cairan tersebut ke muka korban.

Mahendi langsung menjerit kesakitan serta meminta pertolongan warga. Jeritan Mahendi, mengundang perhatian warga sekitar yang langsung datang berbondong-bondong untuk menolong Marhendi. Setelah itu, korban dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek SU II Kompol Mulyono mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari istri korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku dari rumahnya.

“Pelaku berhasil kita amankan berikut barang bukti berupa satu buah botol, yang diduga digunakan pelaku untuk menyimpan cairan air keras sebelum disiramkan kepada korban. Pelaku akan kita kenakan pasal 351 KUHP,” katanya.

Sementara itu, Kadir mengakui perbuatan yang tersebut. Menurutnya, ia kesal lantaran ditegur oleh korban sehingga nekat menyiram korban dengan menggunakan air keras. “Saya khilaf, saya menyesal, karena sudah melakukan perbuatan ini,” ujar sambil tertunduk. (korankito.com/denny)