Polresta Palembang Sweping Pelajar 

IMG_20160611_223657

Palembang – Puluhan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang merayakan kelulusan dengan cara konvoi kendaraan bermotor, terjaring razia yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Polres Palembang, Sabtu (11/6) petang.

Pelajar ini terjaring, saat melintasi kawasan Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, tepatnya berada di depan gedung Bank Sumsel Babel (BSB).

Selain melakukan razia kendaraan bermotor, petugas dari Satuan Sabhara Polresta Palembang yang dipimpin secara langsung Kapolresta Palemgang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto beserta Kabag Ops Kompol Andi Kumara melakukan sweping di berbagai tempat yang dijadikan tempat nongkrong para pelajar.

Hasilnya, puluhan pelajar yang sedang asik menongkrong dikumpulkan, lalu berserta sepeda motor milik pelajar di gelandang ke Mapolresta Palembang.

Tidak hanya sampai disitu, setibanya di Mapolresta Palembang, siswa siswi tingkat SMP ini, didata dan dipanggil orang tuanya. Bahkan, sebagai sanksinya pelajar ini, diperintahkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Pada Mu Negeri.

Para pelajar yang terjaring kali ini, tidak hanya berasal dari Kota Palembang, melainkan ada juga yang datang dari Desa Jejawi, Kecamatan Rambutan dan Kota Kayuagung, Kecamatan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

Salah satu pelajari dari Desa Jejawi Kabupaten OKI, Novi (14) mengatakan dirinya bersama teman memang sudah mengagendakan untuk merayakan kelulusan dengan cara konvoi kendaraan bermotor menuju Kota Palembang.

“Surat kelulusan sudah kami dapatkan pak, dengan cara diantarkan kerumah. Kami, memang sudah sepakat, kalau lulus nanti akan konvoi ke Palembang. Tadi, kami lagi asik nongkrong di danau OPI. Tiba-tiba datang polisi, serta menangkap kami” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianrto mengatakan adanya upaya pihak kepolisian untuk melakukan sweping ini, agar dapat mencegah terjadinya aksi tawuran saat kelulusan SMP.

“Momen kelulusan kerap diwarnai dengan aksi saling serang antar pelajar. Untuk itulah kita lakukan penertiban. Kita data dan kita panggil orang tua para pelajar yang terjaring ini,” kata Kapolresta.

Untuk sepeda motor yang diamankan, sambungnya, akan dikenakan sangsi tilang. “Rata-rata kendaraan tanpa dilengkapi surat. Kita akan kenakan tilang,” tegasnya. (korankito.com/denny)