Bisa Dipercaya

Bobol ATM Bermodus Gandakan Nomor Indosat

Jpeg

Palembang-Unit Pidana Khusus Sat Reskrim Polresta Palembang, berhasil mengamankan satu pelaku penguras Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank CIMB milik Muhadi, warga Kota Semarang. Pelaku yang diamankan bernama Roni Agus Setiawan (26), saat berada di kawasan Jalan Angkatan 45 Palembang, Jumat (10/6) sore.

Modus pelaku yang tinggal di kawasan Jalan Irigasi, Lorong Manunggal, RT 04, RW 05, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang ini, terbilang cukup baru. Pasalnya, dengan cara menggandakan kartu SIM handphone milik korban agar dapat bertransaksi melalui SMS Banking.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian tersebut bermula, pada 16 April 2016 lalu. Pelaku mendatangi Polsek Sukarami untuk mengurus surat kehilangan kartu SIM provider Indosat dengan nomor 081577XXXX.

Kemudian pada 18 April 2016 pelaku mendatangi PT Indosat yang terletak di kawasan Jalan Angkatan 45, no 222, Palembang, untuk pengaktifan dan pergantian kartu yang hilang tersebut. Setelah, kartu diganti dengan yang baru dan dipastikan aktif, kemudian pelaku pulang.

Sedangkan, pemilik asli nomor SIM-card 081577XXXX atas nama Dyah yang berdomisili di kota Semarang, mengeluh kepada pihak PT Indosat, bahwa nomor handphonenya sudah tidak dapat digunakan lagi. Lalu, setelah diverifikasi ulang, baru korban menyadari kalau kartu miliknya sudah digunakan atau digandakan oleh orang lain.

Bahkan, setelah korban Dyah mengecek rekening CIMB Niaga milik suaminya atas nama Muhadi, sudah terkuras habis. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 54,6 juta.

“Namun, kita belum bisa menerapkan pasal pencurian isi rekening, karena masih dalam proses penyelidikan. Saat ini, kita terapkan untuk menangkap pelaku masalah pemalsuan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian, dimana dia melapor ke Polsek Sukarami kehilangan nomor kartu Indosat,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marruly Pardede saat gelar tangkapan, Jumat (10/6) sore.

Lanjut Marully, pelaku ditelepon seseorang untuk melakukan penggandaan kartu milik provider dengan dijanjikan akan diberikan imbalan berupa uang. Atas dasar itulah, Roni tergiur dan nekat membuat laporan palsu di Polsek Sukarami, Palembang. “Pelaku ini diiming-imingi uang sebesar Rp1 Juta, jika berhasil menggandakan kartu tersebut,” katanya.

Maruly menjelaskan, berdasarkan penyelidikan, pelaku sudah dua kali melakukan modus kejahatan ini. Satu korban berasal di Aceh, sementara satu korbannya yang lain berada di kawasan kota Semarang. Barang bukti yang berhasil diamankan dua unit handphone merek Samsung dan BlackBerry milik korban.

“Namun kita masih lakukan pengembangan dan koordinasi terhadap kasus ini, kita juga menunggu hasil keterangan dari para korban. Makanya, untuk sementara kita terapkan pasal 263 tentang pembuatan laporan palsu yang masuk ke Polsek Sukarami,” tuturnya.

Sementara itu Roni mengakui dirinya ditelepon oleh seseorang yang tidak ia kenal. Lalu, diperintahkan untuk melakukan penggandaan kartu selular. “Saya tidak kenal dengan siapa yang menelepon itu, saya cuma disuruh menggandakan kartu itu. Setelah dilakukan, tidak lama di rekening saya sudah masuk uang satu juta,” katanya.

Dirinya mengaku dua kali ini ditransfer uang oleh seseorang itu. Transferan pertama dan kedua masing-masing uang satu juta. Uangnya tersenut telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya tidak tahu, saya hanya disuruh saja, saya juga tidak mengerti, dan diarahkan melalui telepon itu. Setelah itu, saya lihat di tabungan saya, sudah ditransfer uang sebanyak dua kali. Uangnya sudah habis untuk keperluan sehari-hari,” ujar pria lajang ini.‎deny