Lima Tahun Buron, Residivis Perampokan Akhirnya Tertangkap

IMG-20160611-WA0000 (1)

Palembang – Lima tahun menjadi buronan polisi, Darmadi (44), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin ini akhirnya ditangkap petugas Unit Jatanras Polda Sumsel. Ia terjerat kasus perampokan juragan karet pada 4 November 2011 silam.

Tersangka yang terbilang lihai dalam meloloskan diri dari kejaran petugas ini ditangkap di rumahnya yang terletak di komplek perumahan Maskrebet Jl Walet, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang – alang Lebar Palembang, Jumat (10/6).

Dihadapan petugas, tersangka Darmadi mengaku, selama lima tahun dalam pelarian nya selalu berpindah – pindah tempat, dan baru enam bulan lalu dirinya kembali ke Palembang. Bahkan, dalam pengakuannya, dirinya melakukan perampokan kepada seorang juragan karet di Desa Kemang, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim ini dilakukan bersama tiga orang temannya yakni  Iskandar (yang sudah terlebih dulu ditangkap), Romi (DPO) dan Sobri (DPO). “Waktu itu korban sedang mengendarai mobil, kami hadang lalu kami rampok saja,”ujarnya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Sabtu (11/6).

Dikatakan pria yang pernah mendekam dalam kasus pembunuhan ini kalau dirinya setelah melakukan perampokan lari ke desanya dan bekerja sebagai tukang kebun. “Setelah merampok, kami berpisah dan rekan saya sebagian tak tahu dimana keberadaannya.” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Hans Rahmatullah mengatakan tersangka merupakan DPO dalam kasus perampokan juragan karet yang terjadi di Desa Kemang, Kecamatan Lebak pada lima tahun yang lalu. “Korban yang saat itu sedang mengendarai mobil Mitsubishi Kuda dihadang keempat pelaku dengan menggunakan senpi dan berhasil mengambil uang lima ratus juta milik korban nya,” ungkap Hans.

Dikatakan Hans, untuk dua pelaku yang masih buron akan terus dilakukan pengejaran oleh pihaknya.  Bahkan pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Polsek Lembak dan Polres Muara Enim. “Akan kita kejar, dan pelaku saat ini kita jerat pasal 365 KUHP,” pungkas Hans. (korankito.com/kardo).