Bisa Dipercaya

Pelayanan Satu Pintu Pemkot Kembali Raih Penghargaan

Prestasi-membanggakan-kembali-di-raih-Kota-Palembang-kali-ini-Badan-Penanaman-Modal-Pelayanan-Terpadu-Satu-Pintu-BPM-PTSP-Kota-Palembang-memperoleh-penghargaan-Pelayanan-Terpadu-Satu-Pintu-PTSP.

Palembang – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) kota Palembang meraih investment award dan menjadi percontohan bagi Kabupaten/Kota lain di Indonesia.

Hampir setiap hari kerja lembaga perizinan dan penanaman modal yang saat ini telah melebur menjadi satu pintu dikunjungi oleh Kabupaten/Kota lain, pasalnya BPM-PTSP telah menjadi lembaga perizinan dan penanaman modal terbaik dan juga telah berhasil mendapatkan penghargaan investment pada tanggal 30 Mei 2016 lalu.

Berita Sejenis

Bikin SKCK Secara Online Masih Membingungkan

Gotong Royong Sekalian Nikmati Layanan Publik

“Sejak BPM-PTSP mendapat predikat PTSP terbaik yang diberikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), hampir setiap hari beberapa daerah melakukan study banding kesini. Seperti kemarin ada dari Kota Pagar Alam, dan Kota Jambi yang secara mendadak ingin study banding kesini,” ungkap kepala BPM-PTSP Kota Palembang, Ratu Dewa, Kamis (9/6) lalu.

Imbuhnya, sejak awal tahun hingga saat ini, tercatat sudah ada 18 lembaga perizinan sampai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Kabupaten/Kota di luar Sumsel dan pulau Sumatera, melakukan study banding ke BPM-PTSP Kota Palembang.

Sempat dikabarkan beberapa Kementrian RI juga ingin berkunjung melihat langsung keberhasilan BPM-PTSP dalam memberikan pelayanan, sesuai dengan standar operation prosedur (SOP), yang membuat BPM-PTSP menjadi lembaga pelayanan perizinan dan penanaman modal terbaik di Indonesia.

“Rata-rata mereka ingin sharing terkait SOP perizinan yang kami lakukan. Bahkan, pada bulan Mei lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), melihat langsung sistem pelayanan yang diberikan BPM-PTSP,” bebernya.

Ia menuturkan, pihaknya terkadang kewalahan dan kebingunan menerima kedatangan tamu-tamu yang berasal dari Pemeritahan Kabupaten/Kota yang datang secara mendadak. Seperti yang dilakukan KPPT Jambi, yang mendadak datang, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena, jika ada pemberitahuan, maka pihaknya dapat menyiapkan bahan yang dibutuhkan daerah lain tersebut.

“Sebenarnya bukan masalah tidak siapnya BPM-PTSP. Tapi, jika ada pemberitahuan, mereka bisa mendapat bahan untuk belajar. Jadi kedatangannya tidak sia-sia,” imbuhnya.

Kembali kata dewa, dengan kedatangan dari pemerintah kota/kabupaten tetangga, dapat menutupi kekurangan BPM-PTSP Kota Palembang, melalui sharing yang dilakukan.

“Sebenarnya diraihnya BPM-PTSP, berkat masukkan dari masyarakat dan lembaga perizinan lain yang sering berkunjung kesini. Kedepan, kita akan memberikan terobosan baru lagi terkait SOP, untuk mempermudah pengajuan perizinan bagi masyarakat,” tandasnya.

Dengan diraihnya penghargaan Invesment Award, BPM-PTSP Kota Palembang yang baru saja digabungkan, membuktikan diri dengan berhasil mengalahkan kota-kota besar lainnya seperti Bandung dan Surabaya. (korankito.com/ejak)