15 Produk Perikanan Mengandung Formalin

IMG-20160610-WA0006

Palembang – Badan Ketahanan Pangan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Perikanan dan Kelautan Sumsel, Dinas Pertanian dan sejumlah dinas terkait, melakukan sidak terpadu di beberapa pasar tradisional dan supermarket untuk memastikan  keamanan dan kualitas sejumlah kebutuhan pangan masyarakat di bulan ramadhan.

Menurut  Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan, Luluk Hari Suci, mengatakan, hasil pantauan dari tiga lokasi, yaitu pasar Cinde,  KM 5 dan Carrefour. Tim sidak terpadu berhasil menemukan sekitar 15 produk perikanan yang mengandung formalin.

“Secara total dari tiga lokasi, ada sekitar 15 produk yang mengandung formalin, seperti di pasar KM 5 kita temukan ikan asin Sepat, Cumi dan ikan laut serta ikan tawar, di pasar Cinde Cumi juga ada , ikan Tenggiri giling, dan udang galah. Sedangkan di Carrefour ada  Cumi, ikan banyar kembung, bawal putih serta  terisi,” ungkap Luluk yang juga merupakan anggota tim sidak terpadu.

Ia menambahkan, selain menarik produk yang terbukti mengandung formalin juga akan melakukan pembinaan kepada pedagang. “Tindakan yang akan kita lakukan untuk tahap pertama adalah pembinaan, tetapi kalau masih bandel kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel, Rusmala Dewi,  menuturkan dari hasil  tes cepat atau rapid tes, tidak ditemukan bahan berbahaya pada buah dan sayuran.

“Dari  hasil pengawasan kita pada tiga pasar tadi, untuk sample yang kita ambil, buah dan sayur tidak terindikasi kandungan pestisida dan formalin, semua hasilnya negatif,” tukasnya. korankito.com/ria)