Antisipasi Tawuran, Polresta Sholat Subuh di Jembatan Gledek

IMG_20160608_152638

Palembang – Dikarenakan sering terjadi tawuran antar kelompok warga di kawasan Jembatan Gledek, tepatnya di Jalan Segaran, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, membuat Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Adia Dwianto datang langsung untuk melakukan pengamanan di wilayah tersebut, Rabu (8/6) dini hari.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sejak dini hari hingga menjelang pagi, Kapolresta Palembang sudah bersiaga di lokasi memimpin patroli petugas di lapangan.

Terlihat pria berpangkat melati tiga ini, mengitari sejumlah lokasi, dan berbincang-bincang dengan warga sekitar. Tidak hanya disitu, Kapolresta juga menyempatkan diri menjalankan ibadah sholat shubuh berjamaah di masjid yang berada persisi disamping jembatan Gledek.

“Petugas akan tetap berada di lokasi, baik itu yang patroli ataupun yang standby. Karena, kita ketahui di jembatan Gledek, memang sering terjadi tawuran antar kelompok warga, terutama di serial bulan puasa. Hal ini perlu kita antisipasi sebelum ada korban jiwa,” kata Tommy.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, lanjutnya, potensi terjadi tawuran rentan waktu terjadi pada malam hari. Bahkan, untuk bulan puasa seperti di tahun-tahun sebelumnya, tawuran terjadi pada subuh hari setelah umat muslim makan sahur. Maka dari itu, petugas setiap waktu harus patroli di lokasi.

“Pada hari pertama puasa, dua kelompok warga sudah siap tawuran. Namun, dengan cepat petugas tiba dilokawi, jadi kelompok tersebut langsung kabut dari petugas. Pastinya, petugas patroli tetap siaga di lokasi, untuk menciptakan suasana tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang, Andi Kumara menambahkan demi menciptakan suasana Kamtibmas selama bulan Ramadhan, seluruh personil Polresta Palembang disiagakan, bahkan jajaran Polsek diwilayah hukum Polresta Palembang, disiagakan menjaga wilayah masing-masing.

“Seperti aktifitas balapan liar dan petasan, pada awal bulan puasa ini petugas sudah melakukan penertiban. Intinya sepanjang bulan ramadan ini petugas siaga mengantisipasi adanya ancaman yang menganggu masyarakat,” ujarnya. (korankito.com/denny)