Rampok Motor Bersenpi, Selamet Dituntut 5 Tahun Penjara

IMG-20160606-WA0000

Palembang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) N Romi Pasolini, SH,menjatuhkan tuntutan pidana selama lima tahun penjara, kepada terdakwa Selamet Susanto (22), lantaran diduga ikut serta mencuri motor milik Ardan Satri

Dalam persidangan, Romi menuntut Selamet dengan dua pasal sekaligus, yakni pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP karena telah mencuri motor korban. Selain itu, terdakwa juga melanggar pasal 1 ayat (1) UU RI No 12/DRT/1951 karena kepemilikan senjata api. “Oleh sebab itu, jaksa menuntut terdakwa dipenjara lima tahun,” kata Romi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Klas 1a Khusus Palembang, Senin (6/6)

Usai tuntutan dibacakan, Selamet diarahkan majelis hakim untuk menghampiri penasehat hukumnya, Fahmi H. Tujuanya supaya terdakwa yang tercatat sebagai warga Jl Dempo Raya 4 Sako Palembang itu bisa berkonsultasi ingin memberikan pembelaan seperti apa. Terlihat perbincangan cukup serius di meja penasehat hukum antara Selamet dengan sang penasehat hukum. “Kami akan membuat pembelaan atas tuntutan jaksa. Kami minta waktu sepekan untuk membacakan berkas pembelaan,” kata Fahmi.

Terungkap di persidangan, terdakwa beraksi bersama tiga temannya yang masih buron. Berlokasi di Jl Tanjung Siapi-api Sukarami Palembang pada 14 Februari 2016 lalu, keempatnya mencuri sepeda motor Honda Beat milik Ardan yang tengah buang air kecil di sekitar lokasi.

Saat mencuri motor, keempat pelaku mengeluarkan senpi. Mereka lalu kabur membawa lari motor milik Ardan. Mereka dikejar oleh dua anggota Polri. Kedua anggota itu berhasil mengekori keempat pelaku hingga akhirnya berada di salah satu rumah yang ada di Kebun Bunga Sukarami Palembang. Namun, saat digerebek, hanya Selamet yang berhasil diamankan berikut dengan sepucuk senpi dan empat butir amunisi. (korankito.com/ria)