Sumsel dan Australia Sepakat Kembangkan KEK

ALEX AUSTRALIA3
Kunjungan Direksi Oropesa Port Management Pty Ltd dari Australia ke Sumatera Selatan April 2016 berlanjut dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Port Management Pty Ltd dengan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE).

Penandatanganan berlangsung di Perth, Australia Barat, belum lama ini. “Penandatangan dilakukan A Yaniarsyah Hasan sebagai Direktur Utama PD PDE dengan Captain Mick Edwards CEO Oropesa Port Management,” kata Leny Maryouri staf khusus Gubernur Sumsel.

Menurut Leny Maryouri penandatangan disaksikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ade Siswo Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Perth dan  Astrid Vasile Regional Director Indonesia Diaspora Business Council di Australia.

Leny Maryouri menjelaskan, penandatangan MoU adalah tindak lanjut program kerjasama yang akan dilakukan antara Pemerintah Australia Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dengan difasilitasi KJRI Perth dan mendapat dukungan Indonesian Diaspora Business Council.

“Setelah MoU ini Oropesa Port Management Pty Ltd yang akan membuat feasibility study atau FS yang mencakup 13 poin yang tertuang dalam kesepakatan,” ujar Leny.

Ada 13 point yang menjadi kesepakatan tersebut. Pertama, identifikasi kebutuhan untuk Pembangunan Pelabuhan memacu pertumbuhan ekonomi. Kelayakan Studi Manajemen (termasuk Gantt Chart). Analisis Met Ocean untuk desain pelabuhan / tinjauan manajemen. Analisa risiko lingkungan profiling – aktivitas vs biologi. Definisi ‘Desain Kapal’ untuk kegiatan dan operasi dermaga tertentu.

Kemudian desain dermaga tertentu untuk operasi kargo. Shore desain struktur untuk sistem penanganan kargo khusus. Desain sistem navigasi dan operasi untuk spesifikasi desain kapal. Desain real estate pelabuhan untuk manajemen logistik kargo terkait. Aliran transportasi dan desain manajemen lalu lintas untuk memaksimalkan jalur logistik. Pelabuhan desain untuk pertumbuhan dan perkembangan perdagangan dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

 

Infrastruktur lunak, pelatihan, mengidentifikasi keahlian yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan mengelola, memelihara, mempertahankan dan mengembangkan pelabuhan dan KEK. Manajemen, operasi, pemeliharaan, logistik, tenaga kerja (forklift, crane container, stevedores, pengawasan dll).

Pemodelan keuangan dan operasional untuk optimasi dan meningkatkan viabilitas proyek. Teraklhir transisi rencana dari studi kelayakan untuk proyek manajemen (kontrol proyek, Administrasi, Manajemen proyek, manajemen Kontraktor, manajemen risiko, manajemen kepatuhan regulator.

“Targetnya  pada 31 Agustus 2016 laporan kemajuan FS akan disampaikan kepada Gubernur Sumsel dan 31 Agustus 2017 merupakan target paling akhir FS selesai,” kata Leny Maryouri.adv/hms