Shabu Asal Medan, Gagal Beredar 

Jpeg

Palembang – Unit VI Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu yang berasal dari Medan. Barang haram tersebut, masuk ke kota Palembang, melalui jalur darat dengan menumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Adapun tersangka yang diamankan yakni, Agus Salim (29) dan dua pria yang saat itu sedang berada di rumahnya yakni Jeri Afrika (30), Rizky Kurniawan (34). Selain itu, polisi juga mengamankan Irsan (30) warga Aceh yang membawa narkoba jenis shabu dari Medan ke Palembang.

Saat dilakukan penggerebekan di rumah Agus yang berada di kawasan Jalan Kenanga, Kelurahan Sukojadi, Kecamatan Sukarami pada Sabtu (4/6) sore yang lalu, ditemukan dua paket shabu-shabu dengan berat 50,69 gram dan 5,11 gram yang tersimpan di dalam kaleng minuman di samping rumahnya.

Kanit VI Sat Res Narkoba Polresta Palembang, Ipda Zulkarnain mengatakan tertangkapnya pelaku ini, dikarenakan mendapatkan informasi dari masyarakat yang sudah resah karena sering terjadi transaksi narkoba.

Mendapatkan, informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Ketika sudah mengetahui target operasi, langsung melakukan penggerebekan di rumah Agus. “Setelah dilakukan penggerebekan, kita temukan barang bukti berupa narkoba jenis shabu seharga Rp 50 Juta, dan para tersangka berhasil kita amankan,” katanya saat menggelar hasil perkara, Senin (6/6).

Zulkarnain menambahkan, usai diinterogasi, berdasarkan keterangan dari Irsan, sabu itu dibawanya dari Medan tujuan ke Palembang, dengan menggunakan busa AKAP. “Agus dan Irsan merupakan warga Aceh, dan dua tersangka lain dari Palembang. Mereka mengaku sudah dua kali melakukan transaksi shabu-shabu. Kita masih terus kembangkan. Para tersangka akan kita jerat pasal 112 ayat 2, 114 ayat 2, dan 132 ayat 2 dengan ancaman 20 tahun penjara,” katanya.

Sementara Irsan, selaku pembawa shabu-shabu tersebut mengakui jika barang itu dibawanya dari Medan menggunakan bus. Shabu-shabu itu dibawanya dengan terlebih dahulu dletakkan di dalam tas, sebelum dimasukkan ke dalam bagasi bus.

“Saya dari Aceh, dan mengambil shabu-shabu itu dari Amat yang tinggal di Medan. Lalu shabu-shabu tersebut saya antarkan kepada Agus di Palembang,” ujar pria yang menggunakan baju tahanan berwarna orange ini.

Irsan pun menambahkan, untuk sekali mengirimkan shabu-shabu tersebut, ia diberikan upah sebesar Rp 5 juta yang akan digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. “Baru sekali ini pak saya mengantarkan shabu-shabu itu,” terangnya. (korankito.com/denny)