Sirozi: Amanah Yang Sungguh Berat

Sirozi-300x200

Palembang – Jabatan baru sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) bagi Prof. Dr. HM Sirozi MA adalah amanah yang terasa begitu berat. Itu dikarenakan status UIN yang berubah dari bentuk lama, yakni IAIN.

“Perubahan ini tidak hanya berubah nama, namun bagaimana kedepannya kami menjadi Menjadi Universitas Berstandar Internasional, Berwawasan Kebangsaan dan Berkarakter Islami,” ungkap Sirozi usai acara pisah sambut Rektor UIN RF di Griya Agung, Sabtu (5/6).

Bagaimana hal tersebut diperjuangkan oleh rektor sebelumnya, Sirozi ingin mengisi awal perubahan agar sesuai dengan apa yang dicita-citakan dari awal. Salah satunya ialah pembangunan tanah kampus UIN RF di kawasan Jakabaring. Berkat dana bantuan sebesar Rp400 miliar lebih ditambah lahan yang telah siap bangun, ia bertekad bahwa pembangunan tersebut akan selesai dalam kurun waktu dua tahun.

“Pak Gubernur meminta pembangunan gedung Kampus B UIN itu sudah selesai sebelum ia selesai tugasnya menjadi Gubernur. Kita akan upayakan itu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mempunyai pekerjaan rumah ialah masalah administrasi internal. Menurutnya UIN RF masih harus beradaptasi terhadap administrasi yang lama. Karena itu, ia akan mengubah pola pikir civitas akademika bahwa perguruan ini bukan lagi IAIN, tapi telah bermetamorfosa menjadi UIN.

“Insya Allah dengan tulus kerjasama dan komitmen, dan bekerja maka itu akan terwujud,” tukasnya.

Sirozi resmi dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin pada tanggal 12 Mei 2016 di Jakarta oleh Menteri Agama. Ia menjadi orang nomor satu di UIN RF ini menggantikan Prof. Dr. H. Aflatun Muchtar, M.H. yang sebelumnya telah menjabat 8 tahun 7 bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Aflatun Muchtar, M.H mengungkapkan, rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantunya dalam mewujudkan visi merubah status IAIN menjadi UIN. Ia menilai bahwa tidak mudah untuk mendapatkan status tersebut.

“Rasa cemas sampai atau berhasil tidaknya dari proses IAIN menjadi UIN, belum lagi penolakan yang bahkan dari internal sendiri. Belum lagi mendapat dana Islam Development Bank dan tanah baru untuk kampus baru. Namun semua itu telah kita lakukan dengan izin Allah,” ujar Aflatun.

Sehingga keberhasilan yang telah diraih ini sebaiknya jangan sampai hilang begitu saja. Ia berharap semua pihak tetap terus membantu rektor baru tersebut. “Saya meminta, mari kita bantu rektor kita yang sekarang dalam mewujudkan visi misinya,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin, Bupati Lahat Azwari Rivai yang diwakili oleh Asisten I Bupati Lahat, Rektor Universitas Sriwijaya dan Universitas Tridinanti serta SKPD terkait. (korankito.com/resha)