Tiga Petani Karet Tertipu Biro Umrah

IMG10092-20160604-1545Palembang-Malang menimpa nasib tiga petani asal Desa Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, niat ingin menjalankan ibadah umrah akhirnya harus kandas karena tak kunjung diberangkatkan.

Ketiga petani karet korban travel ini adalah yakni Sahura (56), Rohaya (56), dan Anwar (55). Mereka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untuk melaporkan pengurus biro perjalanan haji dan umrah berinisial HF.

Di depan petugas piket SPKT, Sahura menuturkan, bersama dua rekannya mendaftarkan diri ikut umrah, setelah HF mendatangi desa tempat tinggalnya untuk mempromosikan biro perjalanan haji dan umroh yang dikelolanya.

Sebelumnya, beberapa warga yang ikut mendaftarkan umrah sudah diberangkatkan tepat waktu. Dari situlah, ia mempercayai biro jasa yang beralamatkan di kawasan komplek perumahan Jalan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang. Sehingga ketiganya menyetorkan uang masing-masing Rp25 juta.

“Kami setor uang dua tahap dan totalnya Rp75 juta untuk tiga orang pada April 2015. Rencananya berangkat umrah bulan Sepetember 2015, tapi mundur lagi dengan waktu yang tak pasti. Kami sudah mendatangi kantor bironya, tapi orangnya tidak ada sampai saat ini,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan uang pembayaran umrah didapatnya dari hasil menyadap karet di desanya. “Susah payah kami menabung untuk umrah, tapi akhirnya batal dan kami merasa tertipu. Maka itu kami melapor ke polisi,” ujar Sahura saat melapor, Sabtu (4/6).

Kanit SPKT Polresta Palembang Ipda M Suprijadi menerima laporan dari ketiga petani ini. “Pelapor sudah dimintai keterangannya dan dari keterangan yang didapat petugas, pelapor menjadi korban kasus penipuan sesuai pasal 378 KUHP,” ujarnya.korankito.com/deny