Menjambret Untuk Menebus Ijazah

20160601_125526-1 (1)

Palembang – Dua pelaku aksi penjambretan, yakni Andes Sapurta (20) dan AR (16) , warga Jalan Pengadilan Tinggi Pulogadung RT 54, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang hampir meregang nyawa usai melakukan aksinya. Pasalnya, usai melakukan aksi penjambretan, kedua tersangka justru terperosok ke dalam selokan,  sehingga akhirnya berhasil diringkus pihak Polsek Ilir Barat (IB) l Palembang.

Dari informasi yang dihimpun, aksi nekat kedua tersangka berlangsung di Jalan Inspektur Marzuki Lorok Pakjo. Dimana sebelum melancarkan aksi itu, kedua tersangka terlebih dahulu berkeliling mencari korbannya. Tiba di lokasi kejadian, kedua tersangka melihat Noviarsih (20) yang saat itu sedang menuntun sepeda motornya lantaran mogok.

Melihat hal itu, kedua tersangka pun seketika saja langsung memepet korban seraya menarik tas yang saat itu menggantung di sepeda motor korban. “Kami memang sudah merencanakan itu pak, saya yang bawa motor dan AR yang mengeksekusi,” aku tersangka Andes, saat diamankan di Mapolsek Ilir Barat (IB) I, Rabu (1/6).

Usai merampas tas korban, keduanya pun mencoba untuk melarikan diri. Namun sial, baru beberapa meter kabur, sepeda motoe jenis Honda CBR BG 5948 AAB yang digunakan keduanya justru terperosok ke selokan di pinggir jalan tersebut. Mendapati itu, korban pun berteriak hingga memancing warga sekitar yang langsung menangkap dan menghakimi kedua tersangka. “Diteriki jambret oleh korban, mendengar teriakan korban warga mengejar kami dan saya mencoba menghindarinya tapi malah masuk ke selokan.  lalu kami dipukuli warga,” ujarnya.

Menurut tersangka Andes, aksi penjambretan itu dilakukannya lantaran terpaksa. Sebab, sejak lulus sekolah satu tahun silam, ijazahnya belum juga diambil.

“Rencananya uang hasil jambret itu mau dipakai buat tebus ijazah. Sudah satu tahun saya tidak punya ijazah sejak lulus sekolah,” katanya.

Kapolsek IB I AKP Handoko Sanjaya mengatakan, sebelum beraksi kedua tersangka terlebih dahulu mencari targetnya. Tersangka Andes sebagai joki, sementara tersangka AR sebagai eksekutor. “Kita amankan kedua tersangka dan sebagai barang bukti sepeda motor pelaku dan tas korban. Kita jerat keduanya dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara,” pungkas Handoko. (korankito.com/kardo)