LED Sebagai Solusi Perkotaan Di Palembang

Jpeg

Palembang – Semakin hari masalah perkotaan khususnya kota Palembang semakin kompleks. Pemerataan penduduk yang dilakukan pemerintah saat ini banyak menuai efek samping. Salah satunya yakni munculnya pemukiman kumuh di sejumlah wilayah perkotaan.

“Diantaranya pemukiman kumuh makin banyak, kualitas lingkungan menurun, kemacetan kian parah hingga kualitas udara yang memburuk,” kata Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lana Winayanti dalam Media Briefing di gedung PIP2B Palembang, Rabu (1/6).

Sehingga untuk mengatasi hal ini, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat New Urban Agenda (NUA-Agenda Baru Perkotaan) sebagai agenda menciptakan pembangunan perkotaan berkelanjutan. Dan salah satu isu yang dibahas ialah Local Economic Development (LED-Pembangunan Ekonomi Lokal).

LED, menurut Lana, cocok untuk kota Palembang. Ekonomi masyarakat kota Palembang mempunyai ciri khas sebagai dampak kontur geografisnya yang berada di wilayah perairan. “Palembang punya kekhasan tersendiri.Misal industri kelapa sawit, kain songket dan jumputan,” kata Lana.

Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih agar perkembangan ekonomi lokal dapat dirasakan masyarakat. “Dan juga dilakukan peningkatan kualitas yang ada di pinggir sungai. Pembinaan sektor informal dan UMKM juga perlu,” tambahnya lagi.

Sementara menurut Didik Prasetyo, bahwa industri kerajinan di kota Palembang sebaiknya dibuatkan tempat berhimpun. Hal ini menurut bapak yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar. Selain itu peningkatan ekonomi lokal juga dipengaruhi event-event yang telah dilakukan oleh pemerintah Sumatera Selatan khususnya.

“Istilahnya clustering. Itu semacam sentra-sentra untuk industri lokal. Hal itu bagus untuk pengrajin lokal. Apalagi adanya even-even di Sumsel ini, kita harus memanfaatkan momen-momen ini,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palembang Safri Nungcik yang juga hadir menegaskan bahwa pembangunan ekonomi lokal di Palembang telah dilaksanakan. Antara lain pembuatan even-even skala internasional. “Untuk Palembang masih banyak potensi yang bisa kita gali. Selain itu, pemerintah Palembang telah menyiapkan ruang-ruang untuk sentra-sentra kerajinan dan hasil industri kita,” ujar Safri.

Sehingga apabila ekonomi lokal ini telah berkembang dengan baik, bakal ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. “Tentu akan ada income, selain itu kriminalitas akan berkurang, karena masyarakat ada kesibukan. Efeknya di kegiatan tersebut ada kesejahteraan, keamanan, serta peluang kerja,” tukasnya. (korankito.com/resha)