Bisa Dipercaya

Kuasa Hukum Dipo Ajukan Banding.

IMG-20160601-WA0005

Palembang – Terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim selama 13 tahun penjara terhadap Dipo terdakwa jambret yang mengakibatkan Leni (korban) meninggal dunia.  Kuasa hukum terdakwa pun tidak sependapat. Karena itu Tim Advokasi Pembela Keadilan (TABEK) sebagai kuasa hukum terdakwa pun berupaya mengajukan banding atas putusan yang dibacakan pada tanggal 25 Mei 2016.

“Kami jelas tidak puas atas putusan tersebut, karena saksi saksi yang dihadirkan ke persidangan, tidak ada yang cocok satu sama lainnya, ada yang mengatakan pelaku jambret menggunakan helm, dan ada saksi lain yang mengatakan pelaku tidak menggunakan helm”ujar  Burhayan SH MH Ketua Tim, Rabu (1/6).

Berita Sejenis

Baru Tiba di Palembang, Ponsel Dirampas Jambret

Butuh Uang Dua Sahabat Nekat Menjambret  

Usai Beraksi Jambret Didor Tim Tupai

1 daripada 21

Burhayan menjelaskan pernyataan sikap banding atas putusan tersebut sebetulnya sudah akan disampaikan pada waktu putusan, namun karena pada saat berlangsungnya sidang terjadi kericuhan, sehingga majelis hakim langsung menutup persidangan. “Sebetulnya pada waktu putusan kita sudah ingin menyatakan banding, namun keadaan ricuh, sehingga majelis hakim langsung menutup persidangan,” jelasnya.

Selain itu juga, dasar keberatan pihaknya atas putusan majelis hakim dikarenakan, menurutnya dalam keterangan saksi ahli Rosi Pasarela, menjelaskan bahwa  bahwa rekaman cctv yang dihadirkan oleh jaksa, tidaklah menerangkan proses kejadian, hanya sekdar lalu lintas kendaraa, bentuk wajah dan tubuh tdk jelas. “Artinya alat bukti cctv tersebut tidak bisa dijadikan alat bukti yang kuat” tegasnya.

Bahwa, dalam persidangan hari rabu tanggal 25 Mei 2016 kemarin, yang  dipimpin oleh hakim Parlas Nababan SH MH, terdakwa Dipo dinyatakan terbukti  terbukti melanggar pasal  365 ayat 1, ayat 2 ke 2 KUHP, dan dijatuhi hukuman pidana selama 13 tahun penjara, bahwa putusan ini sendiri lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa, dimana sebelumnya penuntut umum, Desi Arsean, menuntut terdakwa Dipo selama 15 tahun penjara. (korankito.com/ria)