50 Atlet PPLP Sumsel Dites Kesehatan

IMG-20160531-WA0054

Palembang – Sebanyak 50 atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Selatan dites kesehatan langsung oleh Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesahatan Olaahraga  Nasional (PPITKON) Kementerian Olahraga Indonesia. Sebagai bahan evaluasi dan pembinaan atlet PPLP, PPITKON memilih Sumsel sebagai daerah ke tujuh, setelah Sumbar, Jambi, Sulteng, Sumut, Sultra NTT, Manado dan Sumsel.

Menurut Kepala PPITKON Menpora Edi Nurinda Susila, kegiatan tes yang dilakukan kepada atlet PPLP Sumsel merupakan kali kedua setelah sebelumnya pernah berlangsung ditahun 2014. “Yah kali ini Sumsel kembali terpilih, untuk menjadi tempat tes kesehatan atlet PPLP Sumsel. Tes ini kita lakukan untuk melihat sejauh mana derajat kesehatan atlet PPLP, bukan hanya Sumsel tapi seluruh Indonesia,” ujar Edi, Rabu (1/6).

Dengan mengetahui tingkat kesehatan atlet, bakal diketahui apakah atlet tersebut layak mengikuti program yang diberikan pengurus PPLP dan pelatih atau tidak. Karena setiap atlet yang dituntut berprestasi harus memiliki kesehatan yang baik. “Misalnya atlet panahan yang begitu berpotensi, ternyata ketika kota tes kesehatan matanya juling. Nah itu yang harus diketahui sejak dini. Sehingga bisa kita antisipasi atau berikan rekomendasi,” ungkapnya.

Tes sendiri, menurut Edi terdiri dari tes nadi, EKG (kapasitas jantung dan paru-paru), HB (darah), tes mata dan tes psikologi. “Tes psikologi sendiri mengapa kita berikan? Karena kita ingin mengetahui sejauh mana mereka punya keinginan untuk berprestasi di PPLP. Karena, bukan cuma untuk PPLP. Tapi mereka juga disiapkan untuk mewakili Provinsi bahkan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PPLP Sumsel, Sudarto mengatakan, Dispora Sumsel sangat berterimakasih atas kedatangan tim PPITKON. Karena, dengan hadirnya tim PPITKON kesehatan atlet PPLP Sumsel akan betul-betul teruji. “Kami sebagai pelaksana PPLP sangat senang. Karena dengan ini kita sama-sama tahu derajat kesehatan atlet. Apapaun hasilnya dan bagaimana arahan evaluasinya tentu akan kita ikuti. Karena jika atlet tidak sehat, dengan sendirinya atlet itu sulit untuk berprestasi,” tukasnya. (korankito.com/resha)