Bisa Dipercaya

Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Minyak Mentah Ilegal

20160530_143336

Palembang – Lantaran terbukti membawa minyak mentah ilegal, 18 tersangka yang terdiri dari sopir dan kernet diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel, Senin (30/5). Selain para tersangka, turut disita yakni 9 unit kendaraan roda empat dan 32 ton minyak mentah ilegal dari tangan para pelaku.

Satu pelaku berinisial YN (34) mengaku, membawa minyak mentah dari Musi Banyuasin sudah dilakukannya sebanyak enam kali. Mereka membeli dengan harga Rp 3.200 per liter dan akan dijual kembali dengan harga Rp 4.000. “Seminggu bisa dua ret. Tapi, cuma ambil di pengepul, tinggal disuruh bos saja,” jelasnya.

Berita Sejenis

5 Ton Bensin Ilegal Asal Muba Diamankan

Pertamina Akan Berikan Sanksi Tegas

Dari informasi yang dihimpun, para pelaku diciduk anggota polisi saat baru saja mengambil minyak mentah dari Bayung Lincir, Musi Banyuasin untuk dibawa ke Jambi pada Minggu (29/5) dini hari. Penangkapan berawal saat mereka sedang konvoi menggunakan dua unit truk dan tujuh mobil jenis L300.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel melalui Kanit IV Kompol Suryadi mengungkapkan, para pelaku diringkus setelah dilakukan investigasi beberapa hari di lokasi. Saat dihentikan dan digeledah, ditemukan barang bukti yang dimasukkan dalam sejumlah tedmon berukuran besar. “Berdasarkan laporan, mereka bawa minyak mentah secara ilegal dari Musi Banyuasin. Setelah mengetahui kedatangan meteka. Kita langsung melakukan penangkapan,” ungkap Suryadi, Senin (30/5).

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Suryadi, minyak tersebut dibeli dari tempat pengeboran sumur-sumur tua di Musi Banyuasin. Kemudian, akan dikelola menjadi bahan bakar jenis solar dan dijual kembali ke daerah Jambi. “Semua pelaku hanya disuruh oleh yang punya tempat penyulingan. Kemungkinan akan kita pulangkan namun tetap wajib lapor. pemiliknya yang masih kita buru,” tutupnya. (korankito.com/kardo)