Ramadhan, Wako Imbau Tempat Hiburan Ditutup

IMG_20160526_160617_AO_HDR (1)

Palembang – Selama bulan ramadhan, seluruh tempat hiburan yang ada di kota palembang diharuskan menghentikan operasionalnya. Ini sesuai dengan surat edaran Walikota Palembang Harnojoyo yang mengintruksikan agar tempat hiburan malam menghentikan operasionalnya.

Kabid Linmas Satpol PP Kota Palembang, Dedi Harapan mengatakan untuk tempat hiburan malam akan ditutup sepenuhnya selama bulan suci ramadan. “H-1 atau satu hari menjelang ramadan tempat hiburan tak boleh lagi beroperasi sementara,” ujarnya kepada Koran Kito, Selasa (31/5).

Selama bulan suci ramadan semua bentuk tempat hiburan malam seperti kafe, bar, tempat karaoke, panti pijat dan lain sebagainya akan ditutup atau diliburkan sementara. “Penutupan ini paling cepat hingga H+2 lebaran sehingga setelah habis masa tenggang penutupan itu tempat hiburan diperbolehkan kembali untuk beroperasi,”tegasnya.

Ia mengatakan hal tetsebut sesuai dengan intruksi surat edaran Walikota Palembang yang akan pihaknya akan segera edarkan kepada seluruh pemilik tempat hiburan. Bagi tempat hiburan yang masih buka atau tak menaati peraturan tentunya akan pihaknya lakukan tindakan tegas untuk menutup secara paksa atau dicabut izin beroperasinya.

Pihaknya mengatakan akan menggelar razia jelang ramadan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kita akan turunkan tim untuk lakukan razia pada sabtu malam ini untuk menjaga keamanan jelang ramadan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Sekda Kota Palembang Kurniawan mengatakan, sesuai intruksi Walikota Palembang selama ramadan tempat hiburan ini akan ditutup. “Untuk menjaga dan menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,semua tempat hiburan ini akan ditutup,” tegasnya.

Ia mengatakan penutupan selama ramadhan ini harus dijalankan karena sesuai intruksi walikota. “Surat ini sudah kita edarkan kepada satpol PP Kota yang akan melakukan  eksekusi dan memantau tempat hiburan ini,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Faizal AR menambahkan, sama seperti tahun- tahun sebelumnya pihaknya akan bersinergi dengan pihak yang berwajib untuk menutup tempat hiburan seperti kafe, bar, karoke, dan panti pijat yang berindikasi tempat pekerja seks komersil beraksi. “Saat ini banyak tempat prostitusi yang berkedok panti pijat dan tempat karaoke, jadi kami juga akan ikut merazia tempat wanita-wanita penghibur tersebut dan akan kami bina, agar tidak mengganggu ibadah umat muslim,” tegasnya. (korankito.com/ejak)