Speedboat VS Perahu Ketek, Satu Tewas

20160530_120357_4

Palembang – Tabrakan maut antar perahu kembali terjadi di perairan sungai Musi. Kali ini tabrakan antara kapal speadboat dan perahu ketek yang terjadi di Jalur 8, Pulau Gundul, Kabupaten Banyuasin, Senin (30/5) sekitar pukul 05:00 WIB. Dalam insiden berdarah tersebut diketahui satu orang dinyatakan tewas, sementara tiga korban luka berat karena mengalami hantaman keras saat kecelakaam berlangsung.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran Kito, kejadian nahas tersebut bermula saat speedboat yang berpenumpang 9 orang itu melaju dari arah Terusan Dalam Telang Kabupaten Banyuasin menuju ke Palembang. Saat speedboat melintas di perairan  Jalur 8 Desa Upang, tiba-tiba dari arah berlawanan datang ketek yang ditumpangi pasangan suami istri.

Lantaran kondisi perairan saat itu gelap, ketek bermuatan minyak itu langsung menabrak bagian samping speedboat bermesin 40pk tersebut. Akibatnya, Nurida (53), warga Jalan KH Azhari RT 07 No 198 Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, meregangkan nyawa akibat kepalanya dihantam ujung perahu. Selain itu, tiga penumpang lain yakni Yarni, Sino dan Musnah harus mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Pelabuhan Boom Baru Palembang untuk diberikan perawatan.

Salah satu penumpang speedboat yang selamat, Abdurrahman (49), warga Desa Talang Lubuk Sumber Marga Talang, Kabupaten Banyuasin mengatakan, dirinya bersama 8 orang penumpang di dalam speedboat dan satu orang pengemudi dari Terusan Dalam Telang hendak menuju ke Palembang. “Saat ada di Jalur 8, kami tidak bisa melihat sama sekali karena gelap. Tiba-tiba, speedboat kami ditabrak perahu ketek” ucapnya saat ditemui di RS Pelabuhan Boom Baru.

Masih dikatakannya, saat kejadian, pihaknya baru saja dari menghadiri acara pernikahan keluarga yang ada di Banyuasin. Karena ingin mengejar sampai di Palembang pada pukul 06.00 WIB, ia dan rombongan terpaksa harus berangkat dari Banyuasin pukul 03.00 WIB. “Kami mengejar mau bekerja, makanya berangkat pagi-pagi. Tak menyangka akan ada kejadian seperti ini,” ujarnya.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradito mengatakan, pihaknya menerima jenazah Nuraida pada pukul 10.00 WIB. Lalu dilakukan visum guna memastikan bahwa Nuraida meninggal karena kecelakaan. “Kami melihat memang pada wajah korban hancur karena benturan kapal. Sebelum kita serahkan pada keluarga, terlebih dulu kita rapikan lukanya, kita jahit,” beber dia.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Sihombing saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang menewaskan satu orang dan tiga orang luka berat. “Kejadian kecelakaan berada di sekitar Pulau Gundul. Ini kecelakaan perahu dengan speedboat. Sedang kita dalami dan kembangkan. Pengemudi kapal itu kita bawa ke kantor dan kita periksa,” ungkap dia.

Ia menyebut, untuk speedboat dan perahu ketek yang terlibat kecelakaan sudah diamankan oleh Dit Polair Polda Sumsel. “Hingga saat ini, pengemudi dua transportasi air itu masih dalam pemeriksaan, dan penumpang jukung lainnya akan menjadi saksi,” tutupnya. (korankito.com/kardo).