Lakukan Penertiban, Mobil Patroli Satpol PP Dilempar Batu.

Jpeg

Palembang – Upaya Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk membersihkan kawasan Masjid Agung Palembang dari aktifitas pedagang kaki lima (PKL) mendapat perlawanan. Saat melakukan penertiban pedagang kaki lima di kawasan Masjid Agung pada Senin (30/5) sekitar pukul 12:00 WIB siang. Enam anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, dikejar warga dengan menggunakan besi, kayu dan batu.

PKL tak senang dengan tindakan Sat Pol PP yang melakukan penertiban lingkungan taman di Masjid Agung, yang selama ini dijadikan tempat mereka mengais rejeki. Beruntung, keenam petugas tersebut dapat melarikan diri. Namun, satu unit Daihatsu Xenia milik Satpol PP Kota Palembang bernopol BG 1101 RZ menjadi sasaran pelampiasan kekesalan dan emosi PKL tersebut.  Mereka merusak melempar dan memukul kendaraan dinas milik Pol PP sehingga menyebabkan kaca belakang pecah.

“Kami melakukan penertiban sesuai dengan tugas, dan sudah lengkap secara adminitrasi, karena sesuai permintaan dari pihak pengelola masjid Agung,” ucap Kabid Operasional, Hendra, ketika ditemui Polresta Palembang.

Lanjut Hendra, penertiban kali ini dilakukan karena pedagang dianggap mengganggu kebersihan dan pemandangan di area masjid. Dan, makanan yang dijual kadang berbau menyengat sehingga menganggu warga lain yang sedang beribadah.

Maka dari itu, pihaknya melakukan penertiban, akan tetapi upaya tersebut mendapatkan perlawan dari PKL yang tidak mengerti dan tidak senang atau ulah pihaknya. “Tadi saat ditertibkan ada anggota kami dikejar sampai ke Bundaran Air Mancur . Aksi warga sudah keterlaluan, sehingga kami laporkan. Mereka merusak inventaris negara (mobil dinas),” ungkap Hendra.

Sementara, Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede, ketika dikonfirmasi mengatakan, laporan korban sudah diterima dan pihaknya segera memproses laporan korban. “Laporan sudah kita terima dan akan didalami, guna menangkap pelaku,”katanya. (korankito.com/denny)