Bisa Dipercaya

Nopran: Sudah Ada Pelajaran, Jangan Coba-coba

223282_215104858514536_18426_n

Palembang – Siapa yang akan dipilih Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai wakil Walikota Palembang masih menjadi teka teki. Gerindra pun mengingatkan kepada semua kader jangan mencoba bermain politik uang. Hal ini dikatakan Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel Nopran Marjani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/5).

“Gerindra ditentukan hari Senin kagek,” kata Nopran singkat.

Berita Sejenis
1 daripada 5

Prosesnya sendiri kata Nopran masih menunggu petunjuk dari DPP. Apa lagi sejauh ini belum ada sama sekali. Bahkan secara resmi pun belum ada pemberitahuan dari DPRD. “DPC akan mengirimkan surat terlebih dahulu DPP melalui DPD. Nah, sekarang DPC belum dapat resminya. Baru dari koran, jadi kami masih menunggu,” katanya.

Mengenai kriteria Nopran tidak banyak berkomentar.  “Kriterianya yang sejalan dengan wali kota,” ujarnya.

Kriteria yang pasti kata Nopran harus mampu mengingatkan, mengawal visi misi yang sudah disusun saat awal pencalonan wako dan Wawako saat pilkada lalu. “Kan, saat pencalonan visi misi itu sudah ada. Sudah dikemukakan. Nah, itu pun sudah jadi perda, sudah masuk sebagai RPJMD. Itu saja yang dijalankan,” ujarnya.

Apalagi banyak persoalan yang dihadapi kata wakil ketua DPRD Sumsel ini. Apalagi ada pergantian wali kota, hingga kekokosangan posisi wakil wali kota hingga saat ini. Jadi diperlukan wakil yang paham mengenai problematika Kota Palembang.

Saat ditanya kemungkinan mengenai adanya money politics, wakil ketua DPD Partai Gerindra Sumsel ini mengatakan saat ini sudah banyak contoh. “Kita sudah wanti-wanti. Kita sudah ada pelajaran. Jangan coba-coba,” katanya.

Kalau dilanggar kata Nopran silahkan menanggung akibatnya sendiri. Partai akan bersikap tegas. Partai sudah memberikan arahan yang jelas. Mengenai gejolak, PAN dan PDI Perjuangan yang akan mengambil sikap oposisi, bagi Nopran, hal itu tidak bisa dipatok mati. Gerindra sendiri selama ini bersikap fair. Bila ada hal yang baik, perlu dipuji Gerindra tidak akan segan memberikannya meski bukan partai koalisi. Sebaliknya bila memang harus dikritisi karena ada yang salah, sedangkan Gerindra adalah partai koalisi itu pun harus dilakukan.

“Kita harus jujur. Kalau bagus katakan bagus. Sebaliknya baik ya dipuji, diapresiasi. Bila jelek dipuji, bagus dikritisi ya itu jelas salah,” tukasnya. (korankito.com/reno)