Dua Kubu Imbang Sama-Sama Ingin Menang

Jpeg

Palembang – Laga Sriwijaya FC (SFC) vs Mitra Kukar yang akan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada Minggu (29/5) besok, bakal menjadi penyelesaian akhir dari drama seri antar dua tim tersebut. Dari dua kali pertandingan masing-masing pada Piala Gubernur Kaltim (5/3) dengan skor 1-1 dan Piala Bhayangkara (22/3) dengan skor 2-2 menjadikan pertandingan ketiga ini sebagai laga penyelesaian antar dua tim.

Seperti sudah diatur, kedua kubu kembali dipertemukan dalam liga Torabika Soccer Championsip (TSC) 2016. Kedua tim memiliki kepercayaan diri karena mereka telah duduk di posisi atas klasemen untuk sementara.

Selain itu, kedua kubu juga sedang berada di atas angin dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sebab dari empat laga sebelumnya dalam liga TSC, kedua tim sama-sama mengantongi dua poin untuk rekor menang dua kali dan imbang dua kali. Bedanya, selisih 2 gol yang membuat SFC berada di atas Mitra Kukar.

Diwawancarai Koran Kito, pelatih SFC Widodo C. Putro mengatakan bahwa tim Mitra Kukar merupakan tim yang cukup komplit, dalam artian semua kemampuan pemain tim yang berjuluk Naga Mekes merata di semua lini. Namun dirinya sudah meracik strategi yang diperlukan untuk menghadapi Mitra Kukar.

“Persiapan tim kami sudah cukup baik, mulai dari fisik sampai mental. Tidak ada pemain yang cedera, sehingga semua siap untuk bertanding,” ungkap Widodo.

Melihat rekam jejak pertandingan dua tim tersebut, Widodo berkomentar bahwa ia tidak memusingkan hal itu. Sebab menurutnya yang harus dihadapi ialah pertandingan kedepan. “Prinsip saya dalam melatih tidak melihat ke belakang,” ujarnya lagi.

Sehingga ia bertekad untuk meraih poin penuh dalam pertandingan  esok (29/5) di Gelora Sriwijaya Jakabaring. Namun tetap mengedepankan rendah hati serta tidak over confident (percaya diri berlebihan). “Sebab over confident bisa melemahkan segalanya mulai dari fisik hingga kemampuan konsentrasi,” tukasnya.

Terpisah, Pelatih Mitra Kukar Subangkit menilai tim SFC tidak banyak yang berubah sejak ia meninggalkan kursi pelatih SFC. “Ya meskipun ada pemain baru dari Brasil, saya lihat beberapa tidak berubah,”ujar Subangkit.

Namun Subangkit tak ingin mematok target terlalu tinggi. Ia menilai kondisi timnya dengan yang lalu sama saja, bedanya kini ia bertandang di kandang lawan. “Kita pernah ketemu SFC di piala Bhayangkara. Sejak saat itu tim saya tidak begitu banyak berubah. Saya berfikir realistis saja, kita tidak kehilangan angka saja sudah bagus,” pungkasnya. (korankito.com/resha)