Bisa Dipercaya

Resahkan Sopir Bus, Dua Pemalak Diringkus

Jpeg

Palembang – Dua pemalak yang sering meresahkan sopir bus kota, yakni Dodi Candra Irawan (30) warga Jalan Kadir TKR Lorong Grista, RT 36 RW 03, Kecamatan Ilir Barat (IB) II dan Susilawati (51) warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Binjai, RT 33, RW 36, Kecamatan Kertapati berhasil diringkus oleh Unit Sat Intelkam Polresta Palembang, Jum’at (27/5) siang.

Keduanya ditangkap, saat sedang menjalankannya aksinya di kawasan Jalan Jendral Sudirman tepatnya di bawah Jembatan Penyebrangan Pusri. Dari tangan pelaku, polisi menyita uang ribuan sebanyak Rp 25 ribu, uang recehan dan kopi yang dipergunakan pelaku menjalankan perbuatannya tersebut.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso melalui Kanit Intelkam Polresta Palembang, Iptu M.Royzulisrin mengatakan penangkapan kedua pelaku, berdasarkan laporan dari masyarakat khususnya sopir bus kota, yang mengatakan banyak pemalak di daerah tersebut.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kita langsung mendatangi TKP dan benar, dua pelaku ini sedang melancarkan aksimya, jadi langsung saja kita ringkus,” jelasnya saat ditemui di ruangnya.

Lanjutnya, dari tangan pelaku pihaknya menyita uang pecahan ribuan serta recehan hasil keduanya memalak. Selain itu, turut juga diamankan beberapa bungkus kopi yang digunakan sebagai alat meminta uang kepada kopi. “Jadi modus mereka ini, berjualan kopi kepada para sopir-sopir bus kota yang melintasi disana. Setiap sopir dipaksa untuk membeli kopi itu, kalau mereka tidak membeli, pelaku ini langsung mengusir sopir tersebut, agar tidak mengetem disana,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku Candra mengaku jika dirinya mulai memalak dari jam 11:00 WIB hingga jam 17:00 WIB. Dengan upah, setiap kali mengumpulkan uang Rp 100 ribu, yang mendapatkan bagian Rp 20 ribu. Uang, tersebut dirinya setorkan kepada seseorang yang berinisial EO. “Tidak tentu pak, hasil yang saya dapatkan berapa. Kadang 40 ribu kadang Rp 20 ribu, uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saya itu, juga disuruh orang juga pak, dan uangnya saya setorkan lagi kepada orang lain pak,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, Candra menjalankan aksinya sendirian, satu mobil yang mengetem disana, ia pintai uang sebesar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. “Mobil datang, aku langsung mintai duet Samo sopirnyo, tidak aku paksoi, kalu memang lagi ado duet, mereka enjuk, kalu tidak ya sudah tidak apa-apa. Saya pernah terbuang pak, selama empat bulan, terlibat kasus pencurian,” tutupnya. (korankito.com/denny)