Sidang Jambret Dosen MDP Ricuh

Screenshot_2016-05-26-06-59-33_1464220833170

Palembang – Suasana Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, rabu, (25/5) mendadak heboh akibat terjadi kericuhan dan baku hantam antara keluarga korban leni dan keluarga terdakwa Dipo, seusai majelis hakim menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada terdakwa Dipo.

Bukan hanya pengunjung laki-laki, pengunjung wanita yang merupakan ibu-ibu rumah tangga pun ikut-kutan saling serang dan saling maki “Pembunuh” teriak salah satu keluarga korban.

Tak terima, diteriaki sebagai pembunuh, keluarga Dipo pun  langsung menyerang balik dan mengatakan bukan Dipo pelakunya. “Bukan dia pelaku yang sebenarnya, ini salah tangkap,” teriak keluarga terdakwa.

Terjadi cekcok antara keluarga korban dan keluarga terdakwa, berujung saling serang. Bahkan terdakwa Dipo pun diserang hingga ke ruang tahanan sementara. Keluarga terdakwa pun menghalangi dan terjadilah saling pukul antara keluarga korban dan keluarga terdakwa. Petugas keamanan dari Kejari Palembang, Polresta Palembang dan PN Palembang pun dibuat kewalahan.

Lantaran keluarga korban tetap ngotot untuk mendekati keluarga terdakwa, karena tak terima salah seorang keluarga korban dipukuli keluarga terdakwa. “Mereka memukul ibu saya, kalau berani sama saya,” teriak salah seorang keluarga korban.

Beruntung pengamanan dari Polresta Palembang, Kejari, dan PN Palembang, yang memang sudah mengatisipasi keributan langsung melerai kedua bela pihak, sehingga suasanya kericuhan bisa diredam.

“Suasana ini sudah kita antisipasi sebelumnya. Makanya keamanan di kawasan pengadilan disiagakan petugas yang selalu siap menjaga keamanan. Dalam masalah ini dinilai wajar, karena emosi keluarga masih saja tak terima ada keluarganya yang meninggal dunia. Pastinya situasi sudah aman dan terkendali,” ujar Saiman SH MH, Humas PN Klas IA Palembang.

Pada putusan vonis majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Parlas Nababan SH MH, terdakwa Dipo dinyatakan terbukti bersalah dan divonis hukuman pidana kurungan penjara 13 tahun penjara. Berdasarkan pertimbangan majelis hakim, terdakwa Dipo telah melakukan perbuatan pidana sesuai tuntutan jaksa sebelumnya. Pada sidang tuntutan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desi Arsean SH, menuntut dengan hukuman pidana kurungan penjara selama 15 tahun penjara. Jaksa menilai perbuatan terdakwa Ari yang melakukan aksi jambret telah melanggar pasal 365 ayat 3 KUHP yang menyebabkan korban meninggal dunia. (korankito.com/ria)