Bisa Dipercaya

Program 200 Juta per Desa Untuk Bangun Lapangan

 

kepala-dinas-pemuda-dan-olahraga-kadispora-sumsel-ahmad-yusuf-wibowo-7

Palembang – Pasca dicabutnya pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora,-red) berencana membangun sarana dan prasarana pendukung untuk memasyarakatkan olahraga ini. Salah satunya, Kemenpora bakal membangun lapangan di daerah pedesaan. Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo.

Berita Sejenis

Duel PS Palembang VS Lahat Ditunda

PS Palembang Pesta Gol

Tekuk Empat Lawang, Kuda Hitam Jadi Pimpinan Klasemen

1 daripada 11

Yusuf mengatakan bahwa program ini memang sudah direncanakan oleh Menpora Imam Nachrowi. Setiap desa akan diberikan bantuan untuk membangun lapangan sepakbola.  “Program ini sudah berjalan dengan anggaran maksimal Rp 200 juta per satu lapangan. Ini dilakukan oleh Pemerintah agar lebih mendinamisasikan kegiatan olahraga masyarakat dilevel desa,” ungkap Yusuf.

Seperti yang kita ketahui, belum tentu setiap desa mempunyai lapangan yang layak untuk bermain sepak bola. Kebanyakan masyarakat desa bermain bola di lapangan atau tanah lapang yang seyogyanya bukan untuk bermain sepakbola. “Untuk itu, kita mengimbau kepada aparat desa bisa mengikuti program ini. Apalagi bagi yang belum memiliki lapangan atau lapangan tapi kondisi memprihatinkan,” ujarnya.

Untuk mengajukan pendirian lapangan bola tersebut, ia menghimbau kepada kepala desa terkait untuk memenuhi semua persyaratan. Dengan rekomendasi dari camat serta tembusan SKPD tingkat kabupaten yang menangani keolahragaan, kepala desa kemudian membawa berkas-berkas tersebut untuk diajukan ke Dispora Sumsel.

Hal ini berguna bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan minatnya terhadap sepakbola. Sebab jika telah tersedia lapangan yang layak, maka minat untuk bermain akan bangkit. Selain itu ia berharap bakal timbul bibit-bibit potensial dari masyarakat pedesaan yang akan memajukan dunia persepakbolaan Sumsel. “Syukur-syukur bisa menjadi atlet nantinya yang bisa membanggakan desa atau pun Sumsel bahkan nasional,” pungkasnya. (korankito.com/resha)