Pol PP Tertibkan PKL Pasar 10 Ulu

IMG-20160526-WA0001

Palembang –  Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) kota Palembang kembali melakukan aksi pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah pasar yang ada di kota palembang. Hari ini, Pol PP lakukan pembongkaran lapak PKL di pasar 10 Ulu Palembang.

Pembongkaran lapak PKL kali ini, satuan Pol PP kota Palembang menerjunkan puluhan anggotanya guna memperlancar pembongkaran lapak dan mencegah terjadinya bentrok dengan PKL. Pembongkaran pun berjalan dengan kondusif meski ada beberapa pedagang yang merasa sedih lapaknya dibongkar.

Kepala Satuan Pol PP Palembang Tatang Duka melalui Kabid Operasional S. Hendra mengatakan, pembongkaran sudah sesuai surat edaran Walikota Palembang guna menertibkan PKL nakal di pasar tradisional, maka dengan sigap Sat Pol PP kota Palembang melakukan pembongkaran lapak PKL nakal tersebut. “Kami bertindak hanya menuruti perintah atasan. Jika perintahnya bongkar maka kami akan bongkar lapak tersebut,” ujarnya, Kamis (26/5).

Dilanjutkan Hendra, tentu saja sebelum melakukan pembongkaran pihak Pemerintah kota Palembang atau lebih tepatnya Sat Pol PP telah mengirimkan surat peringatan kepada PKL agar membongkar sendiri lapaknya dalam tempo yang telah ditentukan. “Apa bila masih ada PKL yang nakal dan tidak mau membongkar sendiri lapaknya maka dengan terpaksa akan kami bongkar”, tegasnya.

Seringkali PKL tersebut tidak mengindahkan peringatan yang telah diberikan oleh sat pol pp, hal itulah yang dapat memicu terjadinya kisruh dan bentrok antara sat pol pp dan pkl. Namun berneda halnya dengan PKL yang berada di 10 Ulu karena sebagaian besar PKL-nya mau membongkar sendiri lapaknya, dan beberapa lapak pembongkarannya dibantu oleh anggota Sat Pol P.

“Sebenarnya tadi mau langsung membongkar pasar 7 ulu namun waktu tidak mengizinkan karena banyaknya lapak yang dibongkar tadi dan juga xuaca mulai hujan, jadi untuk pembongkaran pasar 7 ulu akan segera direalisasikan sebelum ramadhan,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)