Bisa Dipercaya

Pembangunan RPH Modern Digeber

Screenshot_2016-05-26-18-58-25_1464263970296

Palembang – Pemerintah Kota (Pemko) Palembang melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang terus menggeber pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern yang berlokasi di Gandus. Rencananya Rumah Potong Hewan (RPH) Modern tersebut nantinya menggunakan sistem pemotongan (peralatan) yang lebih modern dan ditargetkan selesai pada November 2016 mendatang.

Kepala Bidang Perternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  (DP2K) Kota Palembang, Noviyanti mengatakan, progress pengerjaan yang sudah dilakukan sejak 27 April 2016 lalu sudah masuk lima persen. Target yang ditetapkan untuk menyelesaikan pembangunan RPH Modern tersebut dalam waktu enam bulan kedepan atau 180 hari pengerjaan. “Artinya, tahun ini juga ditargetkan selesai,” katanya, Kamis (26/5).

Berita Sejenis

12 Terduga Teroris Diringkus di Sumsel

Petani Tewas Bersimbah Darah

Hanya Tuhan, Suami dan Dokter yang Tahu Jenis Kelamin Anak…

1 daripada 3.066

Menurut dia, RPH Gandus sebelumnya memiliki luas lahan sekitar 10 hektar. Namun untuk pembangunan RPH Modern luas lahan yang dipakai tidak lebih dari satu hektar. Jika rampung nanti RPH Modern tersebut akan memiliki kapasitas pemotongan hewan yang lebih besar.  ”Sebelumnya, kapasitas RPH di Gandus hanya mampu memotong 10 ekor sapi perharinya” ungkap dia.

Lebih lanjut Noviyanti mengatakan pemotongan 200 ekor perhari dapat dilakukan bila RPH Modern tersebut telah beroperasional. ”Pemotongan hewan terutama daging sapi bisa lebih banyak dan pemenuhan daging sapi bagi masyarakat pun lebih besar,” ungkap dia,

Terkait anggaran, tambah dia, berasal dari APBN untuk konstruksi Rp 9,6 miliar  dan pengadaan alat Rp 3 miliar. ”Pemkot hanya memberikan dana sharing berupa Detail Engineering Design (DED),” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Amruzi Minha  mengatakan, RPH Modern ini nantinya akan menggunakan peralatan yang lebihmodern mulai dari memotong, pengepakan, dan pencabutan kulit.  Selain itu, sapi potong yang masuh di RPH modern terlebih dahulu harus masuk di Rumah Sakit Hewan untuk dicek kesehatannya. Jadi tidak boleh “nyelonong-nyelonong” karena dikhawatirkan ada hewan yang terinfeksi penyakit.

Kemudian, penanggung jawab pemotongan hewan harus bersertifikat. Karena itu,  ada pelatihan dan tidak sembarang orang dan tentu ini tetap halal, jadi masyarakat jangan takut. ”Keberaaan RPH modern ini sebagai salah satu syarat untuk menjadi tuan rumah Asian Games,” tukasnya. (korankito.com/ria)